Advertisement

Waduh, Kulonprogo Kekurangan Tenaga Penyuluh KB. Ini Akibatnya

Jalu Rahman Dewantara
Kamis, 11 April 2019 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Waduh, Kulonprogo Kekurangan Tenaga Penyuluh KB. Ini Akibatnya Ilustrasi keluarga. - Ist/Instagram

Advertisement

Harianjogja.com, PENGASIH--Jumlah penyuluh program Keluarga Berencana (KB) di Kulonprogo tak sebanding dengan total desa yang ada. Akibatnya upaya pengendalian kuantitas penduduk lewat program tersebut kurang optimal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD Dalduk KB) Kulonprogo, Sudarmanto menjelaskan, program KB sebagai upaya pengendalian kuantitas penduduk teramat penting. Apalagi saban tahun jumlah bayi yang lahir khususnya di DIY kian banyak. Akibatnya Total Fertilty Rate (TFR) di DIY naik menjadi 2,2 pada 2018 lalu.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Ada kenaikan dibandingkan 2012 yang masih 2,1, oleh karena itu perlu dikendalikan pengendalian kuantitas penduduk, salah satunya dengan program KB ini," kata Sudarmanto usai mengisi kegiatan sosialisasi Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Kulonprogo di Balai Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Rabu (10/4/2019) kemarin.

Hanya saja dalam merealisasikan program tersebut khususnya di Kulonprogo diakui Sudarmanto terkendala dengan minimnya jumlah penyuluh KB. Dia mengungkapkan dari total 87 desa, hanya ada 45 petugas penyuluhan. Jumlah yang tak sebanding membuat para penyuluh harus membina warga di dua hingga tiga desa.

"Jadinya kurang optimal, seperti di Kecamatan Kokap, kalau jumlahnya kurang maka akan repot menjangkau warga di desa-desa di sana," ujarnya.

Dia menjelaskan tugas para penyuluh ini sangat diperlukan, karena sebagai pemberi informasi tentang program tersebut. Mereka bertugas melaksanakan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada pasangan subur yang belum ber KB.

Berkat jasa para penyuluh lewat KIE, jumlah peserta aktif (PA) KB di Kulonprogo mengalami peningkatan. Dari 69,21% pada 2016 menjadi 71,29% di tahun lalu. Begitupun dengan capaian prosentase peserta KB baru yang pada 2016 hanya 61,39% naik menjadi 70,66% pada 2018.

"Atas hal itu kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar ada penambahan jumlah penyuluh," ujarnya.

Advertisement

Kepala Seksi Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Yulius Sularto, mengatakan jika pengendalian kuantitas penduduk yang salah satunya lewat program KB tidak dilakukan maka diperkirakan jumlah penduduk di DIY pada 2030 akan mencapai 4,4 juta jiwa.

Adapun untuk saat ini jumlah penduduk DIY sebanyak 3,6 juta jiwa dengan angka pertumbuhan 0,98%.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Survei Indikator: Polri Masih Terpuruk

News
| Senin, 28 November 2022, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement