Panitia UTBK Siapkan Pelayanan untuk Peserta Berkebutuhan Khusus

Foto ilustrasi, Penyandang tunanetra mengerjakan soal ujian. - JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
15 April 2019 06:37 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjadi penyelenggara ujian tulis berbasis komputer (UTBK) berupaya memberikan pelayanan optimal kepada peserta berkebutuhan khusus.

Kepala Humas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Anwar Effendy, menyebutkan total peserta UTBK 2019 UNY untuk dua gelombang ada 19.145 orang, sedangkan untuk jumlah peserta UTBK Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga ada 4.995 orang untuk dua gelombang. Di antara peserta, terdapat sejumlah peserta berkebutuhan khusus tunanetra. 

"Info dari panitia pusat akan ada software khusus bagi peserta UTBK tunanetra. PTN menyediakan headset. Dua orang peserta akan didampingi oleh satu pengawas dari dosen Pendidikan Luar Biasa," kata Anwar, Minggu (14/4/2019).

Anwar menjelaskan perihal penggunaan komputer saat UTBK, peserta tunanetra akan dikenalkan terlebih dahulu dengan software tersebut sebelum ujian. UTBK bagi peserta tunanetra UNY akan diselenggarakan di gedung Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Digilib dan Limuny Puskom UNY.

Staf Humas Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Markus, menyebutkan dari total peserta UTBK di UPN Veteran, ada satu orang penyandang tunadaksa. Peserta berkebutuhan khusus ini mengerjakan soal UTBK di satu lokasi, yaitu ruang laboratorium animasi SMK Negeri 5 Jogja. “Kami berharap UTBK dapat berjalan lancar dan dapat diikuti semua peserta yang sudah mendaftar di UPN V Yogyakarta," ucapnya.

Bermitra dengan sejumlah sekolah, lokasi UTBK peserta yang mendaftar ke UPN Veteran ada di ruang program studi Informatika gedung Kampus 2 Babarsari, SMK Negeri 1 Depok, SMK Penerbangan Adisutjipto, SMK Negeri 5 Jogja, SMK Negeri 6 Jogja dan SMA Muhammadiyah 2 Jogja.

Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Sri Peni Wastutiningsih, mengatakan ada sembilan orang peserta berkebutuhan khusus tunadaksa mengikuti UTBK 2019 di Universitas Gadjah Mada. UGM sudah menyiapkan diri untuk memberikan pelayanan optimal bagi peserta tuna daksa ini. "Dalam basis data kami tidak terlihat jelas mereka tunadaksa yang seperti apa detailnya. Kami akan menghubungi mereka untuk menanyakan kebutuhan apa yang perlu kami siapkan saat ujian," kata dia.

Untuk diketahui, UTBK adalah ujian masuk perguruan tinggi yang dilakukan secara elektronik menggunakan perangkat komputer. Ujian ini wajib diikuti setiap calon mahasiswa peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan nilai UTBK menjadi syarat utama. Empat PTN di DIY ditunjuk sebagai penyelenggara UTBK oleh LTMPT, yaitu UGM, UNY (bermitra bersama UIN Sunan Kalijaga), UPN Veteran Yogyakarta, Institut Seni Jogja dan menyesuaikan kuota yang disediakan dari panitia pusat.

Para peserta harus menyelesaikan pertanyaan dari dua materi tes yaitu tes potensi skolastik (TPS) dan tes kemampuan akademik (TKA). TPS untuk mengukur kemampuan kognitif, yang terdiri atas kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis, sedangkan TKA terdiri dari tes akademik terkait dengan penjurusan yang dipilih yaitu saintek atau sosial humaniora.