Dinilai Mampu Melatih Siswa, Kantin Kejujuran di Kulonprogo Akan Ditambah

Sejumlah siswa tengah membayar jajanan di kantin kejujuran di SMP N 1 Temon, Senin (15/4/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 April 2019 10:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Keberadaan kantin kejujuran di beberapa sekolah menengah pertama (SMP) di Kulonprogo dinilai mampu membentuk karakter siswa yang berakhlak sehingga dapat memegang teguh nilai kejujuran. Berlandaskan hal itu Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo bersama pihak terkait terus mendorong hadirnya kantin serupa di sekolah-sekolah.

"Saat ini sudah ada empat sekolah yang telah memiliki kantin kejujuran, ada di SMP N 1 Sentolo, SMP N 1 Wates, SMP N 1 Galur dan yang terbaru SMP N 1 Temon, kami berencana akan kembali menambah jumlah kantin kejujuran, tahun ini akan ada di sekolah-sekolah di Kulonprogo sisi utara, setelah itu akan kami lombakan," kata Kasi Pidana Khusus, Kejari Kulonprogo Noviana Permanasari, usai meresmikan kantin kejujuran 'Kusuma Monsa' di SMP N 1 Temon, Senin (15/4/2019).

Novi mengatakan kantin kejujuran merupakan media yang pas untuk menanamkan sikap anti korupsi kepada para siswa. Menurutnya sikap tersebut tidak hanya dikenalkan lewat jenjang pemerintahan, tapi juga kepada anak sekolah sehingga dapat membentuk mental dan jiwa yang senantiasa jujur.

"Karena kejujuran itu sekarang hal susah didapatkan sehingga perilaku jujur dan anti korupsi perlu ditanamkan sejak dini. Anak-anak perlu memahami apa itu anti korupsi," ujarnya.

Pembentukan kantin kejujuran di Kulonprogo diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Kulonprogo dan didukung oleh Forum CSR Kulonprogo serta pemerintah setempat. Ketiganya saling bersinergi agar upaya penguatan karakter siswa yang berbudi luhur seiring adanya kantin tersebut mampu tercapai.

Ketua Forum CSR, Jumantoro berharap keberadaan kantin kejujuran di sekolah-sekolah mampu membentuk karakter dan kepribadian yang jujur para siswa. Harapannya ketika mereka sudah besar, akan terbiasa dengan budaya yang mengedepankan nilai kejujuran.

“Anak-anak harus memiliki mental dan karakter jujur yang harus dilatih sejak dini,” terangnya.

Kepala SMP 1 Temon, Sukaryana mengatakan hadirnya kantin kejujuran di sekolahnya merupakan upaya pelatihan para siswa agar senantiasa bersikap jujur. Menurutnya, kejujuran harus ditanamkan sejak dini. Setiap anak harus berani mengakui apa yang dilakukan. Di sinilah peran sekolah diperlukan. Lembaga ini diharapkan bisa terus mendorong dan memfasilitasi siswa untuk berlatih kejujuran, yang dalam hal ini lewat kantin kejujuran.

Sukaryana memaparkan kantin kejujuran di SMP N 1 Temon menyediakan aneka perlengkapan sekolah dan jajaan. Kantin ini dikelola oleh para siswa yang tergabung dalam OSIS. Siswa pilihan ini secara bergantian akan menjaga kantin tersebut di jam-jam istirahat dan jam tambahan saat ekstrakurikuler.

Guru pendamping yang telah dipilih pihak sekolah turut dilibatkan menjadi pengawas. Ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika nantinya terdapat siswa yang tidak mentaati aturan. "Kami sudah antisipasi dengan melibatkan guru pendamping, agar kantin ini bisa tetap jalan," kata Sukaryana.