Tiga Petugas KPPS di Gunungkidul Jadi Korban Pemilu

Ilustrasi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
23 April 2019 19:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– KPU Gunungkidul mendata selama pencoblosan pada Rabu (17/4/2019) ada tiga petugas KPPS yang menjadi korban. Satu orang petugas meninggal dunia dan dua lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, satu petugas KPPS yang meninggal dunia bernama Gunawan asal Dusun Sambirejo, Semanu, Semanu. Ia meninggal dunia pada saat menyiapkan kebutuhan pencoblosan pada Selasa (16/4/2019) malam. “Yang bersangkutan memang punya riwayat penyakit jantung. Kemungkinan pada saat bertugas kecapekan dan sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong,” kata Hani kepad wartawan, Selasa (23/4/2019).

Sementara itu, dua korban yang dilarikan ke rumah sakit adalah dua orang petugas KPPS yang berasal dari Kecamatan Ponjong dan Nglipar. Diduga keduanya kecapekan karena pelaksanaan pemilu serentak sehingga tugas KPPS bertambah semakin berat. “Kedua dibawa ke rumah sakit setelah selesai menjalankan tugas di TPS,” ungkapnya.

Hani menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU RI terkait pemberian santunan kepada petugas yang gugur dan yang sakit. Dia pun berharap ada santuan sehingga dapat membantu keluarga korban yang telah bertugas dari pemilihan. “Mudah-mudahan KPU RI bisa memberikan bantuan, tapi jika tidak ada maka kami siap iuran untuk diberikan kepada keluarga dan petugas yang sempat dirawat,” tuturnya.

Dikatakannya, sampai Selasa siang sudah ada tiga kecamatan yang mengumpulkan hasil rekapitualsi suara pemilu ke KPU. Ketiga kecamatan ini meliputi Purwosari, Ngawen, dan Tanjungsari. “Berhubung adanya pemilihan ulang di dua TPS, maka rekap kabupaten akan kita unggur dari jadwal di tanggal 27 Maret, mundur di tanggal 28 atau 29 Maret,” katanya.