Advertisement
Miris, Ramai Investasi, Buruh Jogja Masih Jauh dari Sejahtera
Ilustrasi buruh atau pekerja. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Nasib buruh di Jogja masih jauh dari sejahtera. Di saat pertumbuhan investasi semakin pesat, UMR Jogja masih masuk dalam daftar UMR terendah se-Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Kirnadi, Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), kepada Harianjogja.com, Rabu (24/4/2019).
Ia mengatakan, upah buruh di Jogja rata-rata Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per bulan. Berbeda dengan upah buruh di daerah Jawa Barat, yang rata-rata sudah tembus Rp3 juta. Padahal, Kebutuhan Hidup (KHL) Layak di Jogja dengan wilayah lainnya sama, bahkan bisa jadi lebih mahal di Jogja.
Advertisement
Ia menjelaskan, rendahnya UMR di Jogja disebabkan oleh kesalahan pada riset Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan pemerintah. Ia mencontohkan, dalam riset itu pemerintah menganggap tempat tinggal adalah kos satu kamar yang bisa dibayar per bulan Rp150.000.
Padahal, tempat tinggal yang layak berdasarkan Keputusan Menteri tenaga Kerja No. 13/2012 setidaknya mengandung 26 komponen, yang di antaranya adalah perlengkapan dapur. Komponen ini tentu tidak terakomodir oleh perhitungan kos seharga Rp150.000.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









