Siswa SMK Ma'arif 2 Sleman Mampu Produksi Seragam

Guru dan panitia PPDB SMK Maarif 2 Sleman saat berkunjung di Kantor Harian Jogja Kamis (25/4/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
25 April 2019 20:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Siswa SMK Ma'arif 2 Sleman mampu memproduksi pakaian terutama menyediakan ribuan potong seragam bagi siswa baru di sekolah tersebut. Sekolah ini juga memberikan kemudahan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Hal itu disampaikan jajaran guru dan panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Kamis (25/4/2019).

Ketua Panitia PPDB 2019 SMK Ma'arif 2 Sleman Candra Rian Irawan mengatakan pada tahun ajaran 2019/2020 pihaknya membuka tujuh rombongan belajar dengan rincian 36 siswa setiap rombel. Terdiri atas tiga program keahlian, yaitu Tata Boga, Tata Busana dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Pihaknya menjamin, para siswa mendapatkan pelayanan terbaik baik dari sisi kemampuan akademik maupun praktik, karena sekolahnya telah memiliki alat praktik standar industri.

"Kami bekerja sama dengan dudi [dunia usaha dunia industri], di tata busana kami punya mini garmen sudah standar garmen perusahaan, untuk tata boga juga demikian dapurnya standar hotel dan rumah makan. Kalau TKR standar bengkel banyak alatnya terbaru. Saat ini banyak siswa kami yang belum lulus sudah direkrut oleh perusahaan baik dari boga busana dan TKR tersebut," katanya.

Dalam PPDB 2019, pihaknya memberikan kemudahan kepada para siswa terutama dari kalangan keluarga kurang mampu. Selain itu selama perjalanan pendidikan para siswa diupayakan untuk mendapatkan beasiswa. Bahkan para siswa tidak dibebani SPP bulanan. "Siswa baru ini juga jahit seragamnya free, karena sudah dijahitkan oleh kakak kelasnya. Jadi lebih murah biayanya karena kami sendiri yang mengerjakan pembuatan baju," ujarnya.

Guru Tata Busana SMK Ma'arif 2 Sleman Murni Puji Arie menambahkan pihaknya menyisihkan satu bulan khusus bagi siswa kelas XI untuk melakukan praktik industri di sekolah. Mereka mengerjakan pakaian seragam sekolah dengan standar perusahaan garmen. Adapun para guru bertindak sebagai pengontrol kualitas produk tersebut. "Standarnya perusahaan, jadi ada yang bikin kerah sendiri, membuat lengan sendiri, semua peralatan disetting seperti di perusahaan. Sehingga ini sangat membantu siswa baru karena seragam sudah jadi dan murah, di sisi lain anak-anak kami mendapatkan pengalaman bekerja melalui praktik itu," ucapnya.

Selain itu, sebagai syarat lulus para siswa harus membuat suatu produk busana yang sudah terstandar perusahaan dan siap dipasarkan. "Jurusan tata busana itu termasuk tertua daya tampung 2 kelas ada sekitar 32 siswa, dari awal sudah diberi materi desain pembuatan pola, anak diajarkan menshowkan busana karyanya, sering adakan event lomba fashion show, selenggarakan untuk busana muslim, sering mengadakan kerja sama workshop dengan dudi misal desainer diundang," katanya.

SMK Maarif 2 Sleman membuka jadwal pendaftaran untuk gelombang pertama antara Februari hingga April, kemudian gelombang kedua Mei hingga Juni dan gelombang ketiga bulan Juli 2019.