Pustakawan Dituntut Lebih Inovatif

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Monika Nur Lastiyani (kiri) bersama para narasumber dalam Bimtek Tenaga Pengelola Perpustakaan Seluruh Provinsi Indonesia, Kamis (2/4/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
02 Mei 2019 19:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Para pengelola perpustakaan dan pustakawan diuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola perpustakaan agar perpustakaan bukan hanya sebagai gudang buku, namun lebih dari itu perpustakaan dapat menjadi tempat pengembangan diri masyarakat. Dengan demikian masyarakat menjadi cerdas dan mampu meningkatkan kesejahteraaannya.

Kepala Perpustakaan RI, M.Syarif Bando, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan RI, Subeti Makdriani mengatakan pengelolaan perpustakaan secara profesional sesuai kebutuhan zaman mutlak dilakukan. Setidaknya ada tiga aspek yang mengharuskan perpustakaan bertranspormasi.

Pertama, dari sisi koleksi bahwa perpustakaan bukan hanya sebatas gudang buku tapi berubah menjadi pusat informasi. “Koleksi perpustakaan bukan hanya melalui buku cetakan tapi harus multi format sesuai perkembangan teknologi informasi yang dapat diakses secara daring melalui gadget,” kata dia dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Pengelola Perpustakaan Seluruh Provinsi Indonesia di Hotel Grand Dafam Rohan Jogja, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Kamis (2/4/2019).

Bimtek yang digelar selama dua hari tersebut diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, perpustakaan Taman Belajar Masyarakat (TBM), dan perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusip) kabupaten dan kota di DIY.

Kedua, transformasi soal layanan perpustakaan yang tidak hanya layanan konvensional seperti peminjaman buku dan menyediakan tempat membaca. Layanan perpustakaan, kata Syarif, juga harus menyesuaikan dengan basis teknologi informasi yang tidak hanya terbatas pada ruang dan waktu.

“Pustakawan di perpustakaan hendaknya memiliki kapabilitas sebagai penyaji informasi, dituntut berdedikasi pada bidangnya dan memiliki inovasi dan kreasi memberikan layanan terbaik kepada pemustaka,” ujar Syarif.

Subeti menambahkan tujuan diadakannya bimtek para tenaga perpustakaan atau pustakawan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola perpustakaan. Ia berharap para pengelola perpustakaan terus bisa melakukan perubahan, memberikan kemudahan akses informasi, mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan perpustakaan dan informasi, berperan aktif dalam meningkatkan literasi untuk kesejahteraan dan mengadvokasi masyarakat dalam pengembangan perpustakaan. “Ada dua materi yang disampaikan dalam Bimtek ini, yakni tentang perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat sepanjang hayat dan infografis sederhana di perpustakaan,” kata Subeti.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Monika Nur Lastiyani menegaskan bahwa perpustakaan saat ini bukan hanya sekedar menata rak buku namun harus bertransformasi menjadi berbasis inklusi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.