SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Bambang Soeroso, Steering Committe Gebyar Senam Rakyat (tengah) bersama Ketua Penyelenggara Teknis Kegiatan Anggi Bambang (kanan) saat gelar jumpa pers di Kantor DPD RI DIY, Selasa (30/4/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) DIY menggelar Gebyar Senam Rakyat Jogja Sehat Indonesia Kuat, Jumat (3/5/2019) mendatang. Senam massal yang rencananya digelar di Alun-Alun Utara Jogja, dimaksudkan untuk menurunkan tensi politik pascapemilu.
Steering Committe Gebyar Senam Rakyat, Bambang Soeroso, mengatakan kendati murni gagasan dan ide dari GKR Hemas selaku Pembina Perwosi DIY, namun dia memastikan acara tersebut tak bertendensi politik apapun. "Salah satu tujuannya memang untuk menurunkan tensi politik dan tentunya untuk menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh," katanya saat jumpa pers di Kantor DPD RI DIY, Selasa (30/4).
Kegiatan tersebut, lanjut Bambang sangat strategis karena digelar seusai Pemilu 17 April lalu. Dia berharap agar masyarakat kembali bersatu setelah muncul dinamina dan polarisasi perbedaan pilihan. "Ini gagasan murni Bu GKR Hemas bagaimana agar masyarakat Jogja tetap guyub rukun melalui kegiatan senam massal,” katanya.
Menurut Bambang, masyarakat DIY selama ini tidak berlebihan meluapkan perbedaan pilihan seperti halnya di provinsi lain. Meski begitu, upaya kembali menyatukan masyarakat harus terus dilakukan agar DIY menjadi role model atau contoh bagi daerah lain. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh untuk mempersatukan rakyat Indonesia, menyatu kembali dengan spirit yang sama,” kata Bambang.
Ketua Penyelenggara Teknis Gebyar Senam Rakyat, Anggi Bambang, mengatakan jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan sebanyak 7.500 orang. Tidak hanya berasal dari anggota Perwosi, kegiatan itu juga diikuti oleh masyarakat umum.
"Warga Jogja terkenal guyub dan ini menjadi kekuatan masyarakat Jogja. Jogja menjadi istimewa dan aman tidak hanya slogan. Ini sekaligus merefleksi Hari Kebangkitan Nasional [20 Mei],” kata Anggi.
Senam massal yang digelar sebelum Ramadan itu juga dimeriahkan oleh berbagai hiburan dan pentas seni. Panitia juga menyediakan doorprize berupa sepeda motor, sepeda maupun barang-barang elektronik. "Semua gratis. Karena ini tujuannya untuk mewujudkan Jogja tetap bersatu. Apapun pilihannya saat demokrasi kemarin, saat ini harus kembali bersatu,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.