Petani di Playen Panen Kedelai Varietas Dena 1

Sejumlah petani memanen kedelai Dena-1 di Dusun Sri Koyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (2/5/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
02 Mei 2019 15:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kelompok Tani Sedyo Maju Dusun Sri Koyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, mulai panen kedelai budi daya tahan naungan (budena). Jenis kedelai yang ditanam ini mampu menghasilkan hasil panen 3,1 ton biji kering per hektare, lebih banyak jika dibandingkan dengan kedelai varietas Anjasmoro yang hanya menghasilkan kedelai 2,1 ton per hektar.

Peneliti Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang Sutaryo, mengatakan kedelai yang ditanam di bawah naungan akan mengalami penurunan sinar Matahari yang diterima. Namun demikian, petani diajarkan untuk menanam kedelai varietas Dena-1. "Varietas kedelai Dena-1 merupakan hasil penelitian kami. Dena singkatan dari kedelai tahan naungan," kata dia, Kamis (2/5/2019).

Menurut Bambang Sutaryo, pengelolaan kedelai Dena-1 perlu diperhatikan dengan baik. Salah satunya petani wajib menggunakan pupuk organik dan pupuk kimia yang sesuai dengan dosis.

Dia menambahkan luas tanam kedelai di DIY terus menurun sekitar 200 henkater per tahun karena ahli fungsi lahan. Untuk meningkatkan hasil produksi, luas tanam yang terus berkurang harus diganti dengan menggunakan lahan di bawah naungan. "Dalam perluasan tambah tanam di bawah naungan di Gunungkidul dilakukan di lahan naungan tanaman kayu putih," ujarnya.

Hama yang biasanya menyerang tanaman kedelai Dena-1 adalah ulat karet daun, penggerek dan hama polong. Gangguan hama tersebut bisa diatasi apabila petani memberikan pembasmi hama secara tepat waktu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, menyatakan Kecamatan Playen menjadi lahan percontohan untuk penanaman kedelai Dena-1. Untuk tahap awal penanaman dilakukan di lahan seluas lima hektare. "Kami ingin menanam lebih banyak lagi karena lahan di sini cukup luas," ujarnya, Kamis.

Bambang Wisnu menjelaskan lahan di bawah naungan yang ada di Gunungkidul mencapai 300 hektare. Lahan tersebar di empat kecamatan yakni Nglipar, Karangmojo, Playen, dan Semin.

Seorang petani anggota Kelompok Tani Sedyo Maju, Tuwin, mengaku bisa menjual hasil panen kedelai varietas Dena-1 seharga Rp6.000 per kilogram. "Sekarang harga di pasaran cukup bagus," katanya.