Penggunaan Dana Kampanye, PAN Terbanyak, Partai Garuda Paling Irit

Ilustrasi pemungutan suara. - JIBI/Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
02 Mei 2019 19:07 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul memastikan seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 di Gunungkidul telah menyerahkan Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

Berdasar laporan yang ada, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) menggunakan dana kampanye terbesar, yakni mencapai Rp1,1 miliar, sementara pengeluaran anggaran paling kecil dicatat Partai Garuda dengan besaran Rp900.000.

Komisioner KPU Gunungkidul, Rohmad Komarudin, mengatakan jika dilihat dari berita acara LPPDK, biaya kampanye partai politik di Gunungkidul tergolong cukup tinggi. Dia mencontohkan PAN yang berhasil menghimpun sumbangan sebesar Rp1.127.902.500. Tetapi jumlah anggaran itu juga sebanding dengan pengeluaran yang mencapai Rp1.127.745.750. "Saldo dana kampanye berada di rekening khusus dana kampanye masing-masing parpol," kata Rohmat saat ditemui Rabu (1/5/2019) petang.

Menurutnya, sesuai aturan partai politik peserta pemilu wajib melaporkan dana kampanye. Jika tidak melapor, maka caleg yang terpilih tidak akan dilantik menjadi anggota Dewan. Ia mengapresiasi seluruh partai politik di Gunungkidul yang koorperatif dalam menyerahkan LPPDK. "Justru yang calegnya tidak lolos duduk di kursi Dewan malah cepat melaporkan. Dua partai yakni Partai Garuda dan Partai Solidaritas Indonesia [PSI] menjadi yang pertama melaporkan LPPDK pada Senin [29/4]," katanya.

Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi, mengatakan anggaran kampanye yang dikeluarkan oleh partainya paling banyak untuk membuat alat peraga kampanye (APK) serta pertemuan yang diadakan oleh setiap calon anggota legislatif (caleg). "Setiap caleg mengadakan pertemuan dengan puluhan bahkan ratusan orang, dan pertemuannya tidak hanya sekali atau dua kali," kata Arif saat dikonfirmasi Kamis (2/5/2019).

Arif menjelaskan laporan dana kampanye yang sudah diserahkan ke KPU adalah hitungan keseluruhan dana kampanye sejak kampanye terbuka pada Januari 2019. Selain itu, untuk keperluan operasional, partainya membeli sebuah mobil. "Kami membeli satu mobil Toyota Avanza bekas seharga Rp90 juta," kata caleg yang dipastikan lolos menjadi anggota DPRD DIY periode 2019-2024 tersebut. Menurutnya, pembelian mobil tersebut menggunakan uang sumbangan dari beberapa anggota partai.