Pemkot Berikan Penghargaan untuk Pengelola Bangunan Cagar Budaya

Kepala Disbud Kota Jogja, Eko Suryo Maharsono (kanan) memberikan penghargaan kepada para pengelola bangunan heritage, Jumat (3/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
03 Mei 2019 22:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pengelola bangunan cagar budaya di wilayah Jogja diganjar penghargaan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Jogja, Jumat (3/5/2019). Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada pemilik dan penyewa bangunan cagar budaya yang telah menjaga dan merawat keaslian bangunan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Eko Suryo Maharsono, mengatakan penghargaan itu sejatinya diberikan setiap tahun. Melalui penghargaan tersebut, dia berharap lebih banyak lagi masyarakat yang peduli dan berkomitmen untuk menjaga eksistensi bangunan heritage. “Dengan begitu nuansa budaya di Jogja semakin terasa. Dari situ keistimewaan Jogja secara nuata dapat terlihat," seusai penyerahan penghargaan kepada sejumlah pengelola bangunan cagar budaya di Hotel Santika, Jumat. 

Menurut dia pemberian penghargaan yang dipisahkan per kawasan cagar budaya disebabkan bangunan di setiap kawasan cagar budaya memiliki keunikan masing-masing. Di Kota Jogja, katanya, ada lima kawasan cagar budaya yang memiliki karakteristik berbeda.

Penilaian terhadap penerima penghargaan tersebut dilakukan lima orang penilai yang berasal dari kalngan praktisi di bidang arsitektur, sosial, dan humaniora. Adapun kriteria yang dipakai sebagai penilaian di antaranya adalah usia bangunan minimal 50 tahun, keaslian bangunan, kondisi, dan pemanfaatan bangunan.

Salah satu tim penilai, Fahmi  Prihantoro, mengatakan dalam menilai, mereka mengunjungi langsung bangunan heritage dan mewawancarai pemiliknya. "Kami melihat para pemilik masih mau mempertahankan dan merawat semaksimal mungkin," katanya.

Dari beberapa bangunan yang dinilai, dia mengatakan ada 10 bangunan yang menurutnya layak diganjar penghargaan. Salah satunya adalah rumah tinggal milik Hibnu Mardhani, di Jl. Serma Taruna Ramli No. 4-6, Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman. 

Masing-masing pengelola, kata dia, berhak menerima reward dari Pemerintah Kota Jogja, termasuk di antaranya adalah uang tunai sebesar Rp7,5 juta.

Sebelumnya, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti berharap agar masyarakat tidak perlu takut jika rumah tempat tinggalnya ditetapkan sebagai bangunan warisan budaya atau cagar budaya. Meskipun biaya pelestarian mahal, namun ada hal yang lebih mahal yaitu cerita bangunan itu sendiri.  "Yang penting jangan terbengkalai. Kalau Pemkot punya rencana membeli bangunan heritage, tapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan,” katanya.