Pemungutan Suara Lanjutan di TPS 23 Canden Bantul Hanya Diikuti KPPS

Ilustrasi - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
05 Mei 2019 18:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemungutan suara lanjutan (PSL) yang digelar di Tempat Pemungutan Suara (TPS)  23 Canden,  Jetis,  Minggu (5/4/2019), diikuti lima orang pemilih.  Kelima pemilih tersebut merupakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Proses PSL berlangsung cepat karena hanya melibatkan lima pemilih dan hanya untuk jenis surat suara calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  RI.  PSL dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan selesai sampai penghitungan suara sekitar pukul 09.30 WIB.

PSL di TPS 23 Canden ini sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantuk karena saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan terdapat selisih data pemilih.  Setelah ditelusuri ada lima pemilih yang masuk dalam daftat pemilih tetap (DPT) yang hadir saat pemilihan namun tidak menggunakan hak suaranya khusus untuk jenis surat suara DPD RI.

Anggota KPPS 23 Canden,  Agus Suryadi membenarkan lima orang pemilih susulan itu semuanya anggota KPPS.  Ia menjelaskan peristiwa yang membuat PSL itu awalnya kekurangan surat suara DPD RI.  Semua KPPS,  kata dia,  mendahulukan pemilih dari masyarakat.

"Kami lima anggota KPPS memutuskan sepakat untuk tidak menggunakan hak suara untuk jenis surat suara DPS RI saay itu.  Kami mengutamakan masyarakat, " kata Agus, saat ditemui seusai PSL.

Peristiwa itu diakui Agus juga sudah dikonsultasikan kepada pengawas TPS atau PTPS, "Jawaban tidak apa-apa dilanjutkan dulu, " kata Agus.  Akhirnya proses pencoblosan terus dilakukan hingga pemungutan suara.  Kelima KPPS itu hanya menggunakan hak suaranya untuk empat jenis surat suara,  yakni surat suara calon presiden dan wakil presiden,  surat suara calon anggota DPR RI,  DPRD Provinsi,  dan DPRD Bantul. Minus suray suara DPD RI.

Agus menyatakan selama proses pencoblosan hingga pemungutan suara ada 17 April lalu semua anggota KPS 23 Canden juga memiliki kebijakan untuk tidak menyalakan telepon selular selama proses pemungutan suara.  Kecuali di luar TPS.  Kebijakan tersebut agar KPPS fokus dalam melaksanakan tugasnya.

Kendati demikian saat itu proses pemungutan suara berjalan lancar sampai ke tingkat kecamatan dan 'komitmen' KPPS untuk tidak mencoblos dengan alasan surat suara habis itupun dipersoalkan saat rekapitulasi di kecamatan sehingga mengharuskan PSL.

Dalam PSL di TPS 23 Canden ini dengan lima pemilih ini hasilnya ada tambahan suara untuk calon anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas (GKR) Hemas sebanyak empat suara dan tambahan satu suara untuk Ahmad Hafidh Asrom. Jika digabungkan dengan hasil perolehan suara pada 17 April lalu total suara Hemas paling tinggi,  yakni 183 suara.  Kedua Fidelis Diponegoro sebanyak tujuh suara, dan ketiga Chang Wendriyanto enam suara. Kemudian disusul Cholid Mahfud dan Hilmy Muhammad masing-masing lima suara.

Sementata calon anggota DPD RI lainnya Hafidh Asrom tiga suara,  Afnan Hadikusumo dua suara,  Bambang Suprapto dua suara,  Arif Noor Hartanto dan Bahrul Ulum masing-masing satu suara,  serta Yohanes Widi Pratomo tidak mendapatkan suara. Total pemilih sebanyak 228 orang dengan suara sah 115 dan suara tidak sah sebanyak 13 lembar. 

Selain PSL TPS 23 Canden,  PSL juga digelar di TPS 107 Banguntapan.  Sementara pemungutan suara ulang (PSU) digelar di TPS 30 Ngestiharjo Kasihan dan TPS 89 Banguntapan.  Total ada empat TPS yang menggelar PSU dan PSL.