Kecamatan Patuk Bertekad Perangi Rentenir

Ilustrasi rentenir - JIBI
06 Mei 2019 15:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULKecamatan Patuk bertekad perangi rentenir. Keberadaan rentenir membuat warga yang ada di wilayah ini menghadapi banyak masalah.

Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, menegaskan sejak 2014 silam jajarannya bertekad mengurangi kehadiran rentenir. Ia menyebutkan akibat kehadiran rentenir warganya mengalami banyak masalah seperti tanah mulai dijual, anak menjadi telantar, dan meningkatnya kasus perceraian. "Itu contoh akibat meminjam uang ke rentenir," kata dia, Senin (6/5/2019).

Haryo Ambar menyatakan pada 27 Februari 2019 jajarannya bersama warga mendeklarasikan Kecamatan Patuk Bebas Rentenir. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan jumlah rentenir adalah mengajak masyarakat untuk menciptakan satu orang satu produk usaha serta satu desa satu koperasi. "Melalui wirausaha, masyarakat dapat mandiri secara ekonomi," kata dia.

Kepada warga yang sudah terlanjur terjerat rentenir dia bahkan pernah memberikan talangan dana untuk menutup utang kepada rentenir. Menurut Haryo, rentenir biasanya datang dengan busana yang rapi seperti orang kantoran untuk menarik perhatian warga.

Selain itu, masyarakat di Kecamatan Patuk diimbau untuk tidak mudah terkena bujuk rayu rentenir. Kepala dusun diharapkan tidak memberi izin kepada rentenir untuk masuk ke wilayahnya.

Salah satu desa yang kerap didatangi oleh rentenir adalah Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk. Kepala Dusun Soka, Desa Ngoro-Oro, Kaswasi, mengatakan hingga saat ini masih ada delapan rentenir yang memberikan pinjaman kepada warganya. "Delapan rentenir tersebut yang masih tersisa setelah kami deklarasikan desa antirentenir," ucap Kaswasi, Senin.

Menurutnya, warga Dusun Soka mulai tergiur bujuk rayu rentenir karena banyak kebutuhan mendesak seperti biaya sekolah, pengobatan serta biaya untuk menutup utang lainnya. Diakuinya, hingga saat ini masih ada warga yang meminjam uang ke rentenir. “Mereka sudah tahu risikonya, kami sudah memperingatkan,” kata Kaswasi.