Partisipasi Pemilih Penyandang Disabilitas Masih Rendah

Ilustrasi. - Bisnis/Dwi Prasetya
06 Mei 2019 09:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Tingkat partisipasi pemilih dari kalangan penyandang disabilitas dianggap masih rendah. Setelah gelaran pemilu, diketahui tingkat partisipasi pemilih dari kalangan difabel ada di bawah 50%.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah mengatakan meskipun capaian tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu secara umum melampaui target, namun, partisipasi pemilih dari difabel menyisakan pekerjaan rumah bagi KPU Kulonprogo. Pasalnya, capaian partisipasi masyarakat di kalangan difabel masih terbilang rendah.

"Pemilih difabel yang memberikan haknya untuk memilih, jumlahnya kurang dari 50n persen," kata Thoyyibah pada Minggu (5/5/2019).

Sebelum gelaran pemilu dimulai, KPU Kulonprogo mencatat, ada 2.281 orang difabel yang masuk daftar pemilih. Namun yang datang ke TPS untuk memilih hanya sampai 42%. Menurut Thoyyibah, pihaknya sudah mengupayakan agar TPS bisa dijangkau oleh pemilih difabel.

"Kami memberikan bimtek pada KPPS [Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara] agar memberikan perspektif inklusi di TPS. Kami dorong KPPS agar sampaikan C6 sekaligus menginformasikan lokasi TPS itu aksesibel," ujar Thoyyibah.

KPU Kulonprogo juga merekrut 55 orang relawan demokrasi dari berbagai basis masyarakat. Salah satu basis masyarakat yang ada di relawan demokrasi yaitu kalangan difabel.

Menurutnya, meskipun TPS sudah aksesibel dan ramah untuk difabel, namun kendala dalam peningkatan partisipasi pemilih dari penyandang disabilitas yaitu pihak keluarga yang terkadang malah tidak membawa anggota keluarganya yang difabel ke TPS.

Secara umum, partisipasi pemilih di gelaran pemilu tahun ini melampaui targetnya. Dari target 85% partisipasi pemilih, lalu capaiannya bisa sampai 86,5 %. Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah mengatakan capaian di tahun ini juga meningkat dibanding capaian pemilu 2014 lalu yang sampai 80%.

Kecamatan Lendah merupakan kecamatan yang paling tinggi capaian partisipasi pemilihnya. Tingkat partisipasi di Kecamatan Lendah mencapai 89%, dan partisipasi terendah berada di Kecamatan Kokap dengan tingkat partisipasi sebesar 84%.

Beberapa kegiatan sosialisasi dilakukan untuk mendongkrak partisipasi pemilih. "Kami juga sudah menggelar beberapa kegiatan yang melibatkan massa banyak seperti Lomba Musik, Pemilu Run dan Konser musik. Kegiatan ini untuk memperbesar gaung dari pemilu 2019," jelas Ibah.