Bukan Sekadar Buka Lomba, Wawali Astrid Turun ke Sungai dan Mancing Bareng Warga
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Bulevar di tengah-tengah Jl. Suroto, Kotabaru, Senin (17/9/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Tahapan pekerjaan revitalisasi pedestrian jalan Sudirman mulai masuk tahap lelang. Pagu anggaran untuk proyek tahap pertama ini menelan dana sekitar Rp 14,5 Miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan revitalisasi kawasan pedestarian di jalan Sudirman tersebut ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan. Saat ini, katanya proyek tersebut masih dilelang di ULP (Unit Layanan Pengadaan) Jogja. "Kalau sudah ada pemenangnya, mudah-mudahan setelah lebaran bisa segera dikerjakan," katanya, Senin (6/5/2019).
Menurutnya, pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Sudirman tahap pertama diharapkan selesai tahun ini. Hanya saja, tingkat kesulitan untuk mengerjakan proyek tersebut tidak serumit yang dihadapi saat proses revitalisasi pedestrian di Jalan Suroto Kotabaru. Hal itu dikarenakan kondisi trotoar di Sudirman lebih lebar dibanding di jalan Suroto sehingga tingkat pengerjaannya lebih mudah.
Begitu juga dengan keberadaan drainase di Jalan Sudirman, menurut Agus kondisinya lebih layak dibandingkan jalan Suroto. Sebab kapasitas drainase di Sudirman sudah lebar dan layak. Bahkan mereka tidak perlu banyak memindahkan tiang-tiang listrik di Sudirman sebagaimana dilakukan di Suroto. "Untuk teknis pengerjaannya, akan dikoordinasikan dengan pemenang lelang. Bisa jadi dikerjakan secara bersamaan baik di sisi Utara dan Selatan," katanya.
Saat proses revitalisasi pedestrian di Jalan Sudirman maupun jalan Suroto, kata Agus, dikerjakan juga saluran untuk jaringan kabel fiber optik. Pedestrian ini akan disulap menjadi pedestrian berkonsep kota taman yang lebih nyaman untuk pejalan kaki, termasuk untuk penyandang disabilitas. "Anggarannya menggunakan dana keistimewaan sekitar Rp14,5 miliar," katanya.
Terpisah, Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan pekerjaan revitalisasi tahap pertama akan dilakukan dari simpang empat Gramedia hingga simpang tiga Jembatan Gondolayu. Panjang pedestarian baik di sisi Utara maupun Selatan mencapai 1,2 kilometer.
Trotoar yang awalnya 2,5 meter akan dilebarkan menjadi 4,8 meter. "Pohon perindang masih dipertahankan. Penataan jalur pedestrian ini mengadopsi konsep garden city Kotabaru. Nantinya trotoar dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti bangku taman seperti di Suroto," katanya.
Dengan penataan tersebut, diharapkan jalan Sudirman akan terlihat lebih elegan namun ramah terhadap kaum difable. Bahan jalur difable berasal dari granit agar tidak mudah lepas atau mudah pecah. Dengan ragam fasilitas nantinya, ruang jalan Sudirman ini dapat menjadi ajang promo bagi event kota dan budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.