Wakili DIY di Lomba PKK Nasional, Pringgokusuman Diverifikasi Tim BKKBN

Tim BKKBN Pusat (kiri) melakukan mewawancara dengan anggota PKK di Kampung Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja saat melakukan verifikasi, Selasa (7/5/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
07 Mei 2019 14:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat menggelar Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga  (KKBPK) di Pendopo Kecamatan Gedongtengen, Kota Jogja, Selasa (7/5/2019). Kegiatan itu sekaligus melakukan verifikasi terhadap Kelurahan Pringgokusuman yang ditetapkan sebagai salah satu nominasi dalam lomba penyelenggaraan Pembinaan Kesejahteran Keluarga (PKK) serta berbagai program BKKBN lainnya yang diterapkan di masyarakat.

Kepala Pusat Pelatihan dan Kerja Sama Internasional BKKBN Pusat Hermansyah menjelaskan, Kota Jogja terutama Kelurahan Pringgokusuman Kecamatan Gedongtengen menjadi salah satu yang terpilih sebagai nominasi sebagai penyelenggara PKK terbaik bersama enam provinsi lain di Indonesia. Kegiatan ini termasuk rangkaian dari program KKBPK tingkat nasional yang kemudian dikompetisikan untuk melihat capaian di tengah masyarakat.

Sebelumnya kelurahan tersebut telah menyampaikan profil penyelenggaraan ke BKKBN pusat hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu nominasi kompetisi tersebut. Adapun syarat utama untuk bisa masuk sebagai salah satu nominasi adalah bagaimana suatu kelurahan bisa menjalankan program PKK dengan baik.

“Kedatangan kami untuk melihat kenyataan di lapangan, melakukan klarifikasi, ini sesuai dengan profil yang dikirim atau tidak, bagaimana program KB itu misalnya terlaksana dengan baik atau tidak. Nah kebetulan yang di Jogja ini dapat tiga nominasi antara lain Posyandu, LBS [lingkungan bersih sehat] dan kesatuan gerak PKK,” terangnya, Selasa (7/5/2019).

Ia mengakui BKKBN masih perlu mitra untuk melaksanakan berbagai program. Selain itu 2019 sejumlah kegiatan ini diintegrasikan dengan kampung KB yang saat ini jumlahnya telah mencapai sekitar 15.000 kampung di Indonesia.”Kami mengintegrasikan program KB dengan sektor lain seperti Kemendikbud, Kementerian PUPR, Kemenag . Kami sudah menentukan kriteria kampung KB seperti apa,” katanya.

Hermansyah yang menjadi tim verifikator mengaku terkesan dengan berbagai penjelasan pengurus PKK di Kota Jogja hingga kelurahan Pringgokusuman. Tak terkecuali dengan pemaparan Ketua PKK Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun, di mana sejumlah kampung di Pringgokusuman dahulu ada beberapa titik prostitusi dan kampung yang dahulunya kerap dicap sebagai kampung preman. Tetapi saat ini justru menjadi kampung terbaik dalam penyelenggaraan PKK dan saat ini masyarakat justru melaksanakan berbagai program seperti kampung hijau, kampung KB, kampung bebas rokok dan lainnya.

“Ini hebat, artinya ada pendekatan yang beda dalam melakukan penyadaran ke masyarakat, dan itu tidak mudah tetapi bisa dilakukan di Jogja. Saya kira bisa menjadi percontohan [nasional]. Selain itu kami apresiasi swadaya masyarakatnya luar biasa dan keterlibatan ibu-ibu yang sudah tua aktif sekali,,” katanya.

Ketua PKK Tri Kirana Muslidatun menambahkan Pringgokusuman sudah melakukan banyak program berkaitan dengan KKBPK yang sebagian besar murni merupakan murni gerakan masyarakat, seperti kampung bebas asap rokok. Kemudian ada perkampungan di tengah kampung padat namun masih ada yang hijau serta kemampuan menggunakan air bersih meski beberapa kampung tersebut  berada tak jauh dari sungai.

Ia mengakui ada salah satu kampung di Pringgokusuman ini yang dahulunya dicap sebagai kampung preman tetapi saat ini justru masyarakat bisa berkembang dengan baik pelaksanaan KKBPK berjalan dengan baik.

“Di kampung yang dulunya disebut kampung preman ini justru kesadaran masyarakatnya saat ini sangat baik, kepedulian terhadap pendampingan anak, kesehatan, kepedulian sosial semua tinggi, termasuk pengangguran juga bisa dientaskan. Kemudian rapi, bersih, tidak ada penjualan miras, gerakan masyarakat juga baik. Karena memang lokasi ini [Pringgokusuman] diapit banyak, ada kampung yang disebut preman tadi, ada prostitusi, ada stasiun, malioboro dan kami sudah berjuang bertahun-tahun untuk melakukan perubahan,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Pringgokusuman termasuk yang memiliki banyak inspirasi dengan berbagai program yang murni dilakukan dari masyarakat. Sehingga memang layak menjadi wakil DIY untuk menuju tingkat nasional.

“Ini semua program berjalan sesuai dengan masyarakat jadi bukan berarti karena mau lomba terus dipoles, sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi, semua apa adanya. Termasuk kendala yang saat ini kami hadapi apa pun disampaikan di hadapan tim penilai,” ujarnya.