25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Ilustrasi. /Bisnis-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemilihan Kepala Daerah masih akan berlangsung pada September 2020 mendatang. Namun kontestasi dan dinamika pencalonan mulai berkembang. Diperkirakan pelaksanaan pemilihan di tahun depan akan lebih terbuka karena tidak adanya calon petahana.
Politikus Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto mengatakan, pihaknya sudah mulai mengukur kekuatan untuk pertarungan di pilkada tahun depan. Menurut dia, hasil kajian awal melihat bahwa peta persaingan akan lebih terbuka dan lebih sengit ketimbang gelaran Pilkada 2015 lalu. Ini tandanya pilkada bakal gayeng (meriah). Hal ini mengacu pada posisi Bupati Gunungkidul Badingah yang tak bisa lagi maju sebagai calon kepala daerah.
Oleh karenanya, sambung Purwanto, kesempatan ini akan memberikan peluang bagi calon-calon lain untuk unjuk diri sebagai pemimpin baru di Gunungkidul. “Memang masih ada Wakil Bupati Immawan Wahyudi yang bisa masuk kandidat sebagai calon kepala daerah, tapi dari posisi akan lebih kuat calon yang bertarung merupakan petahana yang duduk sebagai bupati,” kata Purwanto kepada Harianjogja.com, Senin (13/5/2019).
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wahyu Pradana Ade Putra, politikus muda dari PDI Perjuangan Gunungkidul. Menurut dia, partainya sudah mulai bersiap untuk menyambut gelaran Pilkada 2020. “Kami akan bertarung karena dari persyaratan bisa mengusung calon sendiri, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain,” katanya.
Ade menekankan, target tinggi akan dipasang agar calon yang diusung bisa memenangkan pilkada. “Persaingan akan lebih terbuka dan kami siap memenangkannya,” ungkap Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul ini.
Optimisme menyambut Pilkada 2020 juga disuarakan oleh Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Supriyadi dari Partai PAN. Menurut dia, peta persaingan akan sangat terbuka karena akan ada calon baru yang bermunculan.
“Kalau di internal kami ada beberapa nama. Selain saya sendiri, ada mantan Ketua DPD PAN Gunungkidul, Dodi Wijaya; Wakil Bupati Immawan Wahyudi hingga Ketua DPD sekarang ini Arif Setiadi,” katanya.
Dia menekankan, partainya mengusung target tinggi untuk mengamankan posisi kepala daerah yang diraih sejak Pilkada 2005 lalu. “Kita akan berupaya mempertahankan posisi bupati yang terus kita raih dalam pilkada,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, tahapan resmi pilkada 2020 kemungkinan besar baru di mulai pada awal tahun. Namun demikian, di akhir tahun, KPU Gunungkidul sudah mulai mempersiapkan untuk pelaksanaan tahapan.
Disinggung mengenai calon kepada daerah, Hani memastikan Bupati Badingah tidak bisa lagi mencalonkan karena sudah dua periode menjabat sebagai kepala daerah. “Dasar acuannya pada Undang-Undang No.10/2016 tentang Pilkada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20