Begini Tata Cara Penukaran Uang Receh untuk Lebaran yang Digelar BI Jogja

Masyarakat mengakses Drive Through Layanan Penukaran Uang, yang digelar olah BI dan 9 bank lainnya, di timur Balai Kota Jogja, Kamis (16/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
16 Mei 2019 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 10 bank membuka Drive Through Layanan Penukaran Uang, bertempat di timur Balai Kota Jogja, Kamis (16/5/2019). Layanan ini menggunakan sistem satu pintu dari Bank Indonesia yang juga membuka layanan, dengan transaksi dilakukan di atas mobil bank.

Kasir Bank Indonesia, Wahyu Enjang Wrsito, mengatakan masyarakat yang ingin menukarkan uangnya, tidak langsung ke bank yang dituju, melainkan mendaftarkan diri dulu di pos pendaftaran milik BI, lalu mereka akan mendapat nomor antrean dan diarahkan ke mobil bank.

Mekanisme penukaran menggunakan sistem paket, antara lain Rp20.000 dengan penukaran Rp2 juta, Rp10.000 dengan penukaran Rp1 juta, Rp5.000 dengan penukaran Rp500.000, Rp2.000 dengan penukaran Rp200.000, dan Rp1.000 dengan penukaran Rp100.000.

Total setiap orang bisa menukarkan uangnya maksimal Rp3,8 juta. Masing-masing orang hanya dibatasi menukar satu paket untuk setiap pecahan. Wahyu mengatakan sistem paket ini digunakan agar setiap orang yang sudah mengantre bisa mendapatkan uang pecahan secara merata.

Layanan ini akan dibuka setiap hari kerja sampai Jumat (24/5/2019) mendatang. Bank yang membuka layanan dibuat bergiliran, dengan jumlah setiap hari lima bank. Wahyu menargetkan setiap hari masing-masing bank melayani 100 orang, sehingga totalnya 500 penukaran uang dalam sehari.

Adapun bank yang ikut dalam layanan ini yakni BI, BNI, BRI, BRI Syariah, Mandiri, Mandiri Syariah, CIMB, BTN, Bank Permata, dan BPD. Semua bank ini telah menggunakan mobil keliling untuk melayani penukaran, yang disuport oleh BI. “Tahun lalu ada empat bank, tahun ini tambah lima,” katanya.

kegiatan ini bertujuan untuk lebih mendekatkan lagi bank dengan masyarakat. Dengan membuka layanan di tempat umum seperti ini, masyarakat akan lebih mudah menjangkau. Tahun sebelumnya penukaran dilakukan di Kompleks Balai Kota, tapi tidak banyak masyarakat yang menjangkau.