HUT ke-81 RI, IDM Resmikan Rumah Layak Huni di Sleman
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Spanduk penolakan kadus Yuli yang seorang perempuan di Bantul./Suara.com-Rahmat Ali
Harianjogja.com, JOGJA—Yuni Ardi Wibowo, Kepala Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, menegaskan penolakan sebagian warga terhadap Kepala Dusun Pandeyan Yuli Lestari tidak memiliki dasar.
Yuni Ardi Wibowo juga menepis faktor agama memengaruhi sejumlah warga menolak Yuli sebagai Dukuh atau Kepala Dusun Pandeyan. “Yang jelas tidak ada unsur agama. Bukan itu. Yang jelas dari beberapa RT, hanya dua RT yang menolak kepemimpinan Yuli,” katanya saat dihubungi melalui ponsel, Minggu (19/5/2019).
Ardi mengatakan isu penolakan sebenarnya muncul sebelum pelantikan digelar Jumat (17/5/2019). Namun, penolakan tersebut tidak memiliki dasar hukumnya. Berdasarkan hasil seleksi, Yuli mendapatkan nilai paling tinggi di antara calon lainnya. Selain itu, Yuli juga sudah mengundurkan diri sebagai anggota BPD sebelum pencalonan.
Bahkan, kata Ardi, syarat dukungan minimal 100 e-KTP juga dipenuhi oleh Yuli. “Jadi tidak ada dasarnya [menolak]. Saya juga kalau menolak juga tidak punya dasar. Sebab semua syarat dipenuhi bahkan nilainya paling tinggi. Kalau saya tidak melantik justru melanggar aturan,” ujar Ardi.
Agar persoalan tersebut tidak berlarut, Ardi sudah meminta agar Yuli bisa menjalin komunikasi dengan warga yang menolak. Yuli juga diharapkan tetap mengayomi warga sesuai falsafah Jawa. Tujuannya agar warga penolak bisa kembali memberi dukungan kepadanya. Pemdes akan terus berupaya memberikan jalan terbaik agar kasus tersebut bisa segera diselesaikan.
“Saya juga sudah memberikan masukan kepada Bu Dukuh. Kalau memang ada yang salah [dengan warga penolak] minta maaf saja, warga tetap diayomi. Termasuk kepada warga yang menolak. Beri kesempatan agar Bu Dukuh bisa bekerja sesuai undang-undang,” kata Ardi.
Sebelumnya, sejumlah warga menolak Yuli sebagai kepala Dusun Pandeyan. Salah satu penyebabnya lantaran Yuli perempuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Atta Halilintar membantah foto viral bersama Mercedes Roa sebagai hasil editan AI. Mercedes dan Aurel Hermansyah juga memberikan klarifikasi.
PSS Sleman kalah dari Bali United pada laga perdana. Pieter Huistra berharap PSS Fans kembali memberi energi saat menjamu Madura United.
Harga iPhone Duo di Malaysia dan Singapura mulai Rp40 jutaan. Simak harga tiap kapasitas, jadwal pre-order, spesifikasi, dan aturan IMEI.
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.
Mercedes mengajukan teknologi mobil yang bisa mengapung dan bergerak di air. Rodanya menjadi penggerak, dilengkapi sensor, GPS, dan pelampung.