Tak Ditemukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Pasar Takjil

Ilustrasi pemeriksaan makanan di pasaran. - Bisnis Indonesia/Rachman
23 Mei 2019 08:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY bersama Dinas Kesehatan Sleman melakukan pemantauan makanan dan minuman takjil di sekitaran kampus UII Jalan Kaliurang Kilometer 14, Rabu (22/5/2019). Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya makanan atau minuman yang menggunakan bahan berbahaya pada makanan takjil.

Kepala Seksi Farmasi dan Kesehatan Makan Minuman Dinkes Sleman, Gunanto, mengatakan pihaknya mengambil 23 sampel makanan takjil dari beberapa pedagang dan berdasarkan tes yang dilakukan. Hasilnya semuanya negatif dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin, metanil, boraks maupun formalin.

"Sehingga kami juga ikut senang beberapa pedagang atau personel yang menjual makanannya di pasar takjil bisa mengkondisikan makanannya masing-masing," katanya.

Dia menuturkan, terkait dengan pewarna, pedagang sudah sangat tahu pewarnanya memakai sirup yang memang sudah terdaftar di BPOM. Boraks dan formalin itu selama ini yang ditemukan pada sejenis makanan bakso dan mie.  "Tapi kalau di pasar takjil ini tidak ditemukan," ujarnya.

Di pasar takjil tersebut yang dicurigai itu makanan bakso, sosis mungkin juga mie terutama mie basah bukan mie kering yang kemudian diolah dan dibikin basah atau lembek.

Wisnu Dimas, 22, salah satu pedagang takjil yang dagangannya dilakukan tes makanan dari BPOM DIY, mengatakan jika ia merespons dengan baik. "Untuk kenyamanan antara penjual dan pembeli. Jika bahan yang digunakan aman," ungkapnya.

Dia mengatakan jika tes dilakukan dadakan dan penjual tidak tahu akan adanya BPOM yang dating "Buka pasar takjil ini mulai dari habis ashar sampai habis maghrib," ungkapnya.