Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Demi menyelamatkan hasil panen, sejumlah warga nekat menyeberangi banjir yang merendam area pertanian di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Senin (18/3/2019)/Harian Jogja-david Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (17/3/2019) pagi tidak hanya menggenangi area permukiman warga. Banjir juga merendam area pertanian di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu. Akibatnya, petani terancam gagal panen karena padi yang ditanam sudah memasuki masa panen.
Salah seorang warga Dusun Semanu Kidul, Sukilah, mengaku pasrah karena lahan pertanian yang dimiliki terendam air hingga setinggi 1,5 meter. Menurut dia, banjir terjadi karena hujan yang terus turun sejak Minggu. “Ini kejadian yang kedua, setelah terjadi banjir di akhir 2017 silam,” kata Sukilah kepada Harian Jogja, Senin (18/3/2019).
Ia menuturkan, dampak dari banjir membuat belasan hektare lahan pertanian terendam air. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran gagal panen. Pasalnya, meski telah memasuki masa panen, masih ada padi yang belum dipetik. “Kami jelas resah karena banyak padi yang belum dipanen. Toh kalau pun sudah dipetik, masih banyak yang ditinggal di sawah sehingga hanyut terbawa banjir,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kamto, warga Dusun Semanu Kidul. Menurut dia, padi yang ditanam rencananya dipanen pekan depan. Namun saat ini tanaman sudah terendam air. “Saya belum tahu kondisinya. Mudah-mudahan setelah air surut padi tetap bisa dipanen,” katanya.
Kamto menuturkan, akibat banjir ini banyak warga yang nekat menyeberangi lahan yang terendam air untuk menyelamatkan karung berisi padi yang hanyut. “Ya kalau dibiarkan maka akan hanyut semakin jauh. Jadi, untuk penyelamatan warga berenang untuk mengikat karung-karung padi dengan tali kemudian ditarik ke tempat yang kering,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan jajarannya masih mendata dampak banjir terhadap lahan pertanian. Menurut dia, hingga Senin siang belum banyak laporan yang masuk terkait dengan kerusakan tanaman akibat banjir. “Kami masih mendata potensi kerugian akibat banjir,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
China melaju ke final AVC Continental 2026 setelah mengalahkan Iran 3-0. Tuan rumah akan menghadapi Thailand di partai puncak.
Sejarah pajak ternyata sudah ada sejak sekitar 3.000 SM di Mesir Kuno. Begini cara Firaun memungut pajak berdasarkan lahan dan hasil panen.
Ingin membeli HP bekas? Simak cara membandingkan prosesor Snapdragon, Dimensity, dan Exynos berdasarkan generasi, CPU, GPU, AI, hingga kondisi perangkat.
Klasemen MotoGP 2026 berubah setelah Marc Marquez menang Sprint Aragon. Marc naik ke posisi ketiga dengan 212 poin, hanya empat angka dari Bezzecchi.
Barcelona membatalkan seremoni penghormatan delapan pemain juara Piala Dunia 2026 di Camp Nou. Keputusan diambil di tengah ketegangan politik di Catalonia