Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Demi menyelamatkan hasil panen, sejumlah warga nekat menyeberangi banjir yang merendam area pertanian di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Senin (18/3/2019)/Harian Jogja-david Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (17/3/2019) pagi tidak hanya menggenangi area permukiman warga. Banjir juga merendam area pertanian di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu. Akibatnya, petani terancam gagal panen karena padi yang ditanam sudah memasuki masa panen.
Salah seorang warga Dusun Semanu Kidul, Sukilah, mengaku pasrah karena lahan pertanian yang dimiliki terendam air hingga setinggi 1,5 meter. Menurut dia, banjir terjadi karena hujan yang terus turun sejak Minggu. “Ini kejadian yang kedua, setelah terjadi banjir di akhir 2017 silam,” kata Sukilah kepada Harian Jogja, Senin (18/3/2019).
Ia menuturkan, dampak dari banjir membuat belasan hektare lahan pertanian terendam air. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran gagal panen. Pasalnya, meski telah memasuki masa panen, masih ada padi yang belum dipetik. “Kami jelas resah karena banyak padi yang belum dipanen. Toh kalau pun sudah dipetik, masih banyak yang ditinggal di sawah sehingga hanyut terbawa banjir,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kamto, warga Dusun Semanu Kidul. Menurut dia, padi yang ditanam rencananya dipanen pekan depan. Namun saat ini tanaman sudah terendam air. “Saya belum tahu kondisinya. Mudah-mudahan setelah air surut padi tetap bisa dipanen,” katanya.
Kamto menuturkan, akibat banjir ini banyak warga yang nekat menyeberangi lahan yang terendam air untuk menyelamatkan karung berisi padi yang hanyut. “Ya kalau dibiarkan maka akan hanyut semakin jauh. Jadi, untuk penyelamatan warga berenang untuk mengikat karung-karung padi dengan tali kemudian ditarik ke tempat yang kering,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan jajarannya masih mendata dampak banjir terhadap lahan pertanian. Menurut dia, hingga Senin siang belum banyak laporan yang masuk terkait dengan kerusakan tanaman akibat banjir. “Kami masih mendata potensi kerugian akibat banjir,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Kalurahan Panggungharjo menjaga predikat desa antikorupsi melalui transparansi pemerintahan, partisipasi warga, dan bantuan renovasi rumah.
Pertamina dan PAL Jaya menjajaki pemanfaatan limbah lemak FOG sebagai bahan baku biofuel, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Angkatan kerja penduduk asli Kota Jogja diprediksi menurun pada 2030–2040. Lulusan berpendidikan tinggi cenderung mencari kerja di luar daerah.
Menperin Muhammad Sarmuji menilai kewajiban sertifikasi halal 2026 menjadi peluang meningkatkan kualitas produk dan daya saing industri nasional.
DPMPTSP Sleman menggelar Forum Konsultasi Publik untuk menyempurnakan standar pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.