Gerakan Kedaulatan Rakyat Jogja Salat Gaib untuk Korban Pemilu

Massa aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat Jogja melakukan salat gaib di sisi barat laut Alun-Alun Utara Jogja, Jumat (24/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
24 Mei 2019 19:02 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJARatusan orang memadati dan memblokir jalan sudut barat laut Alun-Alun Utara Jogja, Jumat (24/5/2019) sore. Mereka yang mengatasnamakan Gerakan Kedaulatan Rakyat Jogja ini menggelar aksi untuk memprotes penyelenggaraan pemilu yang mereka anggap curang serta represifitas aparat pada massa aksi di depan gedung Bawaslu beberapa hari lalu.

Aksi dimulai dengan menunaikan salat gaib. Selesai salat, aksi dilanjutkan dengan orasi-orasi dari sejumlah tokoh.

Ketua Presidium Gerakan Kedaulatan Rakyat Jogja Syukri Fadholi, mengatakan salat gaib dilakukan untuk mendoakan mereka yang gugur dari pelaksanaan pemilu, termasuk korban terakhir dari aksi di depan gedung Bawaslu Jakarta.

“Ada misteri besar dalam pemilu kali ini, hingga menelan 600 petugas penyelenggara pemilu. Tidak berhenti di situ, respons aparat pada aksi menuntut demokrasi di Jakarta menelan korban sekitar 20 orang. Menjadi kewajiban kita bersama membangun gerakan melawan rezim,” kata dia.

Ia meminta pertanggungjawaban KPU untuk membuat tim pencari fakta mengusut kenapa sampai berjatuhan banyak korban, serta mengusut berbagai kecurangan selama pemilu.