PERJOKIAN UMS: Rektor Pastikan Satu Nama Joki Mahasiswa UGM

Rektor UGM Panut Mulyono - Harian Jogja
24 Mei 2019 23:22 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Panut Mulyono memastikan satu dari dua orang terduga pelaku joki ujian masuk Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) adalah mahasiswa UGM. Namun UGM belum menentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepada mahasiswa bersangkutan.

Namun, Panut belum mendapatkan laporan resmi mengenai hal itu. Dia mengaku baru mengetahui kabar ada mahasiswa UGM menjadi joki ujian masuk perguruan tinggi dari berita di media dan kolega di UMS.

"Namun dari pemberitahuan itu, kami mencari nama yang disebutkan. Nama itu ada di UGM, ada dua. Namun yang satu sudah sangat pasti [mahasiswa UGM]," ujar Panut, di Balairung, Jumat (24/5/2019).

Panut menambahkan pada prinsipnya, UGM telah memiliki aturan tata perilaku mahasiswa, salah satunya mengatur untuk memroses ketika ada mahasiswa terbukti melanggar kode etik.

Pelanggaran kode etik terbagi atas ringan, sedang, dan berat. Ketika mahasiswa melakukan pelanggaran kode etik, sanksi terberat adalah dikeluarkan dari mahasiswa. "Namun masalah jadi joki, kategorinya masih perlu dilihat di aturan itu," katanya.

UGM akan membentuk tim etik untuk memeriksa kasus pelanggaran yang terjadi. Kemudian, hasil diserahkan kepada tim di universitas untuk dieksekusi.

Panut mengaku tidak mengetahui di mana mahasiswa joki tersebut berada. Mengingat, Panut belum mendapat laporan resmi mengenai kasus perjokian itu.