Di Gunungkidul, Angkutan Perdesaan Masih Tetap Diminati

Salah satu angkudes yang beroperasi di Gunungkidul, Jumat (24/5/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
24 Mei 2019 21:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—keberadaan angkutan perdesaan (angkudes) di Gunungkidul masih diminati masyarakat sebagai sarana transportasi. Berdasar data Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, hingga kini jumlah angkudes yang beroperasi sebanyak 314 unit kendaraan.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan dan Terminal Dishub Gunungkidul, Ikrar Subarno, mengatakan angkutan perdesaan beroperasi dengan mengantar penumpang dari satu wilayah kecamatan ke kecamatan lainnya di Gunungkidul. Ia menyebutkan masyarakat di Kecamatan Ponjong, Wonosari, Semin, dan Panggang masih banyak memanfaatkan moda transportasi umum ini. "Rata-rata angkudes yang beroperasi melayani tujuan empat wilayah kecamatan tersebut," ujarnya, Jumat (24/5/2019).

Ia mencontohkan, angkudes yang berangkat dari Kecamatan Panggang dan Semin berhenti di tujuan akhir yakni Terminal Dhaksinarga, Selang, Wonosari. Angkudes tersebut rata-rata hanya beroperasi sebanyak dua kali atau dua trip perjalanan dalam satu hari. "Biasanya waktu beroperasinya pagi dan jam pulang sekolah," kata Ikrar.

Dijelaskan Ikrar, meski melayani trayek perdesaan, setiap angkudes tetap wajib melakukan uji kelayakan kendaraan sama seperti angkutan umum lainnya. Uji kelaikan bertujuan agar standar keamanan angkutan tetap terpenuhi.

Seorang sopir angkudes, Wahono, menyatakan meski saat ini sudah ada aplikasi layanan ojek online, masih banyak penumpang yang menggunakan jasanya. "Angkudes masih laku karena ojek online masih enggan mengantar penumpang ke jalur-jalur perdesaan di tiap kecamatan," kata Wahono.

Dia menyebutkan dalam sehari jumlah penumpang yang ia bawa tidak menentu. "Bulan puasa seperti saat ini sangat sepi, rata-rata hanya 20 sampai 30 orang penumpang," ujarnya.