500 Unit Jip Lava Tour Siap Manjakan Wisatawan

Wisatawan sedang menikmati wisata jip lava tour Merapi, Minggu (26/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
26 Mei 2019 17:27 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekitar 500 unit jip Lava Tour Merapi wilayah barat disiapkan untuk melayani kebutuhan wisatawan yang ingin berwisata di lereng Merapi saat libur Lebaran mendatang.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi Wilayah Barat, Dardiri mengatakan sejak jauh hari, kelompoknya telah mempersiapkan diri dalam menyambut libur Lebaran. “Pada Ramadan ini kan kunjungan wisatawan cukup sepi, jadi kami bisa menyiapkan jip untuk libur Lebaran nanti. Sesuai dengan standar operasional prosedur, itu sudah dicek semua mulai dari mesin, rem, bodi, dan lainnya,” kata Dardiri, Minggu (26/5/2019).

Jika berkaca dari libur Lebaran tahun lalu, kata dia, dalam sehari, jumlah wisatawan yang menggunakan jasa jip wisata lava tour di wilayah barat bisa mencapai 6.000 orang. “Satu jip itu sehari rata-rata bisa menempuh trayek sebanyak tiga hingga empat kali. Tahun ini kami targetkan juga 6.000 wisatawan, makanya kami juga menggencarkan promosi,” ujar dia.

Disinggung soal status Gunung Merapi yang masih Waspada, menurut dia, tidak menurunkan antusias para wisatawan untuk menggunakan jasa jip lava tour. Itulah sebabnya dia tetap optimistis target 6.000 wisatawan bisa tercapai. “Sedangkan untuk untuk harga, sejak H+2 Lebaran, akan ada kenaikan harga sebesar Rp50.000 per paketnya. Itu akan berlangsung selama 10 hari,” ucap dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Nyoman Rai Savitri, mengatakan Pemkab bekerja sama dengan pihak terkait, secara rutin membina dan menyosialisasikan kepada para pengelola jip lava tour soal momentum libur Lebaran. “Materi yang kami sosialisasikan mulai dari pemanduan wisata, serta peraturan berkendara di jalan raya dari Polres,” kata dia.

Selain itu, kata dia, Pemkab juga telah menggandeng Indonesia Off-road Federation (IOF) untuk secara rutin membina pengelola jip lava tour mengenai persyaratan dan teknik berkendara off road, safety drive, penanganan situasi darurat di jalan, teknik dan praktik scrooting kendaraan, serta teknik praktik berkendara dan pemanduan. “Jadi kami terus berupaya membina dan menyosialisasikan kepada mereka [pengelola jip lava tour] untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap dia.