Gelar Ramp Check di Terminal Jombor, Dishub: Kesiapan Bus Lebih Baik daripada Tahun Lalu

Petugas gabungan saat melakukan ramp check di Terminal Jombor, Senin (27/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
28 Mei 2019 09:47 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman melakukan ramp check terhadap angkutan mudik lebaran 2019, Senin (27/5/2019), di Terminal Jombor, dalam ramp check tersebut, masih ditemukan pelanggaran administrasi.

“Jadi hari ini, yang kami periksa dua, administrasi dan fisik kendaraan, namun belum semua bus kami lakukan pemeriksaan, hari ini yakni pemeriksaan bus antar kota antar provinsi (AKAP),” kata Kabid Lalulintas Dishub Sleman Sulton Fatoni, Senin (27/5/2019).

Lebih lanjut, Sulton menjelaskan, dalam ramp check tersebut, pihaknya masih menemukan pelanggaran administrasi, pelanggaran administrasi tersebut adalah perbedaan antara nomor yang ada di Kartu Pengawasan (KP) dan STNK.

“Pelanggaran ini masih tergolong ringan. Karena KIR bus tersebut juga hidup, jadi hanya kami beri teguran saja dan untuk armada bus masih bisa untuk beroperasi," ujar Sulton.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya juga menemukan bus yang menempelkan stiker pada lampu kendaraan, sehingga pihak penyedia layanan bus diminta untuk melepas stiker tersebut.

“Kami juga masih menemukan bus dengan wiper yang kurang baik,” ucap dia.

Ia mengatakan, jika dibanding tahun lalu, pada tahun ini ada peningkatan dari sisi kesiapan armada bus.

“Pada tahun lalu, masih ditemukan armada bus yang tidak laik jalan.
Seperti pada kaki-kaki kendaraan banyak baut yang hilang. Bahkan kondisi ban juga sudah banyak yang aus, namun tahun ini kami lihat sudah ada peningkatan," ucap dia.

Kasi Pengelolaan Terminal Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran (BPTP) Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Yunarti mengatakan, bekerja sama dengan instansi lainnya, pihaknya melakukan pengawasan untuk para sopir bus untuk memastikan saat mengemudikan kendaraan tidak ada yang dalam pengaruh obat-obatan terlarang.

"Tahun ini kami belum menerima informasi untuk pengecekan sopir, namun kalau dari pengalaman sebelumnya, tidak ada supir yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang,” ucap Yunarti.