Antisipasi Macet di Jalur Darat, Tim SAR Siapkan Evakuasi Jalur Laut

Tim SAR Pantai Baron. - Ist/Satlinmas Rescue Istimewa Wil 2 Gunungkidul
03 Juni 2019 21:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan pantai di Gunungkidul diprediksi dibanjiri wisatawan selama libur Lebaran. Kondisi ini berdampak terhadap semakin tingginya potensi kecelakaan laut selama liburan berlangsung.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, SAR Satlinmas Wilayah II DIY menerjunkan seluruh personel yang dimiliki untuk pengawasan. Selain itu, untuk evakuasi korban laka laut Tim SAR menyiapkan evakuasi melalui jalur laut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan lonjakan kunjungan saat libur Lebaran tidak hanya menambah potensi laka laut, tetapi juga menimbulkan kepadatan kendaraan di jalur menuju kawasan pantai. Oleh karena itu, untuk mempermudah evakuasi korban kecelakaan laut ke rumah sakit rujukan, maka disediakan transportasi jalur laut.

Marjono menerangkan evakuasi melalui laut dilakukan guna mengantisipasi adanya kemacetan di jalur darat selama libur Lebaran. “Untuk proses ini kami menyiapkan dua perahu. Satu perahu ditempatkan di Pantai Drini, satunya lagi disiagakan di Pantai Baron,” ujarnya, Senin (3/6/2019).

Rencana evakuasi melalui jalur laut menggunakan rute dari posisi lokasi kejadian, korban dibawa ke Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Selanjutnya, korban kecelakaan laut dibawa menuju ke RSUD Wonosari guna menadapatkan pertolongan lanjutan. “Kami pilih jalur ini karena di kawasan Saptosari masih banyak jalan yang kondisinya sepi sehingga mempermudah dalam memberikan pertolongan,” katanya.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto, mengatakan jajarannya terus siaga selama liburan berlangsung. Ia mengimbau kepada pengunjung untuk berhati-hati sehingga tidak menjadi korban laka laut. “Kami terus memperketat pengawasan, tapi diharapkan para pengunjung juga ikut menjaga diri selama berkunjung ke pantai,” katanya.

Surisdiyanto mengungkapkan untuk pengawasan terhadap aktivitas pengunjung dilakukan dengan beberapa cara. Selain pengamatan dari pos pantau, upaya lain dijalankan dengan menerjunkan personel ikut membaur dengan wisatawan yang bermain air di pantai. “Harapan kami semua berjalan lancar dan tidak ada insiden apapun,” ujar dia.

Selain masalah keselamatan selama masa liburan, SAR Satlinmas juga mengingatkan potensi serangan ubur-ubur kepada pengunjung. Menurut Marjono, berdasar hasil pemantauan hewan ini mulai terlihat dan berpotensi ke pinggir. Hal ini terjadi karena kondisi di laut dingin sehingga ubur-ubur mencari tempat yang hangat di kawasan pantai. “Belum banyak tapi potensi ke pinggir sangat mungkin sehingga mengancam pengunjung pada saat bermain air,” katanya.