Kios Pasar Wates Dibobol Maling

Ilustrasi Tim Inafis Polres Gunungkidul menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di gudang barang-barang elektronik di kawasan Pasar Besole, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Rabu (27/2/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
04 Juni 2019 19:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES --Kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas menjelang lebarang memang sangat diperlukan. Sebab jika tidak siapapun bisa jadi korban.  Belum lama ini sebuah kios kelontong di Pasar Wates, Kecamatan Wates, Kulonprogo dibobol maling. Aksi itu diketahui sang pemilik kios, Sumilah, 62, pada Jumat (24/5/2019) pagi.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo, AKP Ngadi mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan keamanan menjelang lebaran.  "Saya minta tingkatkan keamanan kaitannya dengan situasi yang kian meningkat untuk kebutuhan ekonomi saat mau lebaran," ucapnya Senin (3/6/2019).

 Pemilik Kios Sumilah menambahkan akibat aksi pencurian di kiosnya, ratusan bungkus rokok ludes. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah.  Peristiwa ini pertama kali diketahuinya ketika hendak membuka kios sekitar pukul 07.00 WIB. Awalnya tak ada yang mencurigakan, karena pintu depan kiosnya yang terletak di deretan kios bagian barat lantai dua Pasar Wates tersebut masih terkunci.

Namun, saat masuk ke dalam, ia dikagetkan dengan bungkus rokok yang telah berceceran di lantai kios. Lemari kayu yang digunakan untuk menyimpan rokok telah rusak. Ketika dicek lebih teliti, Ia mendapati ratusan bungkus rokok yang tersimpan di lemari tersebut juga sudah lenyap.

"Padahal ini untuk stok lebaran, baru kemarin saya kulakannya," ujarnya.

Perempuan yang kerap disapa Sumsarah ini mengatakan rata-rata rokok yang digarong merupakan rokok bermerk dengan harga jual kisaran Rp15.000 ke atas. Jumlahnya mencapai ratusan bungkus. Adapun total kerugian yang diderita sekitar Rp20 juta.

Ia mengungkapkan, peristiwa ini bukan kali pertama ia alami. Sebelumnya peristiwa serupa pernah menimpanya pada Maret dan Desember 2017. Barang yang dicuri juga sama, yakni rokok bermerk. "Pada 2001 juga pernah, tapi di kios saya yang bagian bawah pasar," ujarnya. Saat ini Kepolisian Resor Kulonprogo masih mendalami kasus pencurian tersebut.