Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Beberapa Kios di Beringharjo masih tutup, Jumat (7/6/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Libur lebaran 2019 ini, Jogja kembali dipadati wisatawan. Destinasi utama para pelancong ini tak lain adalah Malioboro. Selain menikmati suasana sore dan malam yang syahdu, tak ketinggalan mereka juga berburu oleh-oleh khas Jogja di sana.
Pasar Beringharjo yang berada di sisi selatan Malioboro tak luput dari serbuan para wisatawan yang hendak berburu oleh-oleh atau sekadar baju baru. Berdasarkan pantauan Harianjogja.Com, Jumat (7/6/2019) sore, bagian depan Pasar Beringharjo telah penuh sesak pembeli.
Bagian depan Pasar Beringharjo merupakan pusat pedagang pakaian, di sini hampir semua kios telah buka dan dikunjungi pembeli. Meski demikian, sebagian kios yang berada di lantai dua masih terlihat tutup, kendati kondisi pasar sudah ramai.
Kios yang tutup akan kita temukan semakin banyak di Pasar Beringharjo bagian belakang. Bagian ini ditempati campuran antara pedagang bahan makanan, aksesoris dan pakaian. Beberapa kios menempel kertas di pintu depannya bertuliskan, “Libur lebaran, 5-8 Juni 2019,” tulis pemilik kios.
Salah satu pedagang, Rudi Mulya, baru saja membuka lapaknya Jumat (7/6/2019). Ia berjualan pakaian anak-anak. Pria asal Padang ini memilih buka di hari ketiga lebaran karena memang tidak mudik tahun ini. “Banyak yang masih tutup itu mungkin masih pada syawalan, atau pulang kampung,” katanya.
Ia melihat, jika dibanding hari biasa, saat lebaran ini pengunjung Pasar Beringharjo memang meningkat. Tapi kata dia, meningkatnya penunjung tidak selalu berarti meningkat pula pembelian. “Dibanding hari biasa pembelian meningkat, tapi tidak sampai 50 persen,” katanya.
Menurutnya, bila dibanding tahun lalu, pembeli tahun ini masih kalah banyak. Ia menilai banyak faktor yang menyebabkan menurunnya pembeli ini, salah satunya adalah karena sekarang libur lebaran berbarengan dengan tahun ajaran baru, sehingga prioritas orang tua lebih ke peperluan sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.