Hari Ketiga Lebaran, Banyak Kios Beringharjo Tutup

Beberapa Kios di Beringharjo masih tutup, Jumat (7/6/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
07 Juni 2019 23:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Libur lebaran 2019 ini, Jogja kembali dipadati wisatawan. Destinasi utama para pelancong ini tak lain adalah Malioboro. Selain menikmati suasana sore dan malam yang syahdu, tak ketinggalan mereka juga berburu oleh-oleh khas Jogja di sana.

Pasar Beringharjo yang berada di sisi selatan Malioboro tak luput dari serbuan para wisatawan yang hendak berburu oleh-oleh atau sekadar baju baru. Berdasarkan pantauan Harianjogja.Com, Jumat (7/6/2019) sore, bagian depan Pasar Beringharjo telah penuh sesak pembeli.

Bagian depan Pasar Beringharjo merupakan pusat pedagang pakaian, di sini hampir semua kios telah buka dan dikunjungi pembeli. Meski demikian, sebagian kios yang berada di lantai dua masih terlihat tutup, kendati kondisi pasar sudah ramai.

Kios yang tutup akan kita temukan semakin banyak di Pasar Beringharjo bagian belakang. Bagian ini ditempati campuran antara pedagang bahan makanan, aksesoris dan pakaian. Beberapa kios menempel kertas di pintu depannya bertuliskan, “Libur lebaran, 5-8 Juni 2019,” tulis pemilik kios.

Salah satu pedagang, Rudi Mulya, baru saja membuka lapaknya Jumat (7/6/2019). Ia berjualan pakaian anak-anak. Pria asal Padang ini memilih buka di hari ketiga lebaran karena memang tidak mudik tahun ini. “Banyak yang masih tutup itu mungkin masih pada syawalan, atau pulang kampung,” katanya.

Ia melihat, jika dibanding hari biasa, saat lebaran ini pengunjung Pasar Beringharjo memang meningkat. Tapi kata dia, meningkatnya penunjung tidak selalu berarti meningkat pula pembelian. “Dibanding hari biasa pembelian meningkat, tapi tidak sampai 50 persen,” katanya.

Menurutnya, bila dibanding tahun lalu, pembeli tahun ini masih kalah banyak. Ia menilai banyak faktor yang menyebabkan menurunnya pembeli ini, salah satunya adalah karena sekarang libur lebaran berbarengan dengan tahun ajaran baru, sehingga prioritas orang tua lebih ke peperluan sekolah.