Jalur Utama Kulonprogo Lancar, Rekayasa Lalin di Arus Balik Belum Dibutuhkan

Suasana arus lalu lintas di jalur utama Wates-Purworejo tepat di depan Posko Pantau Lebaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, di Tambak, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Jumat (7/6/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
07 Juni 2019 23:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Sebanyak 48.764 kendaraan bermotor tercatat melintas di ruas jalur utama Jalan Jogja-Wates sejak Jumat (7/6/2019) dini hari hingga sore pukul 17.00 WIB, atau pada lebaran hari ketiga. Kendaraan dari arah timur menuju barat masih mendominasi.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dinas Perhubungan Kabupaten Kulonprogo Bekti Nurada, mengungkapkan bila saat ini diperkirakan puncak arus balik mudik lebaran tahun ini diperkirakan terjadi besok Sabtu (8/6/2019) dan Minggu (9/6/2019). "Kendaraan dari arah timur menuju barat masih mendominasi pergerakan arus mudik di jalur utama Wates-Purworejo," kata Bekti kepada Harian Jogja, Jumat (7/6/2019).

Namun, kata Bekti, tren pergerakan dari arah Jogja ke Timur juga mulai terjadi. "Dikarenakan pemudik ada yang mengambil jalur utara dengan mengambil jalur bebas hambatan atau jalur tol mulai dari gerbang tol Boyolali, namun pergerakan kendaraan bermotor dari timur ke barat masih mendominasi," katanya.

Dia mengatakan, upaya rekayasa lalu lintas juga belum diperlukan karena di jalur utama Wates-Purworejo masih terbilang ramai lancar.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Pantau Lebaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, di Tambak, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, total 48.764 kendaraan melintas hingga pukul 17.00 WIB sore tadi. Mobil pribadi dan mobil barang mendominasi dengan jumlah mencapai 24.002 unit dari arah timur maupun ke barat.

Namun, ada yang berbeda di hari ketiga lebaran ini. Lonjakan kenaikan pengguna sepeda motor terjadi dengan jumlahnya yang mencapai 22.123 dibandingkan dengan kemarin yang mencapai 17.755 unit. Sedangkan, bus antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 797 dan bus antar kota dalam provinsi sebanyak 70 unit.

Bekti mengatakan, dengan banyaknya pemudik yang mulai kembali ke tempat rantau, sejumlah pemudik juga masih banyak yang menghabiskan waktu liburan mereka ke objek wisata seperti di Pantai Glagah dan berkunjung ke rumah sanak kerabat.

Hal tersebut, mengakibatkan volume kendaraan meningkat tajam ketimbang lebaran kedua. Saat lebaran hari kedua, tercatat 41.166 kendaraan melintas baik dari arah barat maupun timur.

Penumpukan volume kendaraan juga masih terjadi terjadi di simpang tiga Brosot, Kecamatan Galur. Petugas terpaksa menerapkan rekayasa arus lalu-lintas belok kiri jalan terus bagi kendaraan dari arah Bantul atau timur.

Dia mengatakan, insiden kecelakaan juga mewarnai lebaran tahun ini di simpang Nanggulan. "Sebuah truk mengenai kabel listrik dan akhirnya menarik lampu APILL, namun tidak ada korban jiwa," ungkapnya.

Pihak Dishub Kulon Progo, lanjut Bekti, memperkirakan puncak arus balik bakal terjadi pada 8 Juni atau 9 Juni mendatang. Pasalnya, masa libur lebaran tahun ini bakal berakhir pada 10 Juni Senin depan.

"Para pemudik masih banyak yang menghabiskan waktu di objek wisata, namun ada juga yang mempercepat waktu pulang ke perantauan. Apalagi ASN juga tanggal 10 sudah harus masuk," tutupnya.