Advertisement

Selama Ramadan, Ada 7 Laporan Gangguan Kamtib di Pasar Beringharjo

Lugas Subarkah
Selasa, 11 Juni 2019 - 15:27 WIB
Arief Junianto
Selama Ramadan, Ada 7 Laporan Gangguan Kamtib di Pasar Beringharjo Ilustrasi Pasar Beringharjo, Jogja. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang Ramadan hingga libur Lebaran, tercatat ada tujuh laporan menyangkut keamanan dan ketertiban (kamtib) di Pasar Beringharjo. Angka itu diklaim rendah pasca diberlakukannya aturan pengamen dilarang masuk pasar.

Kasi Keamanan Pasar Beringharjo, Laode Abdul Jafar mengatakan ketujuh laporan tersebut meliputi penemuan dompet, kehilangan dompet dan ponsel, serta pencurian barang dagangan. Dari ketujuh laporan itu, satu di antaranya pelaku berhasil ditangkap, yakni terkait dengan kasus pencurian barang dagangan.

“Pelakunya adalah warga asal Semarang dan telah diserahkan kepada polisi. Kejadian berlangsung menjelang akhir Ramadan. Pelaku masuk pasar dengan modus menjual roti. Pelaku tertangkap setelah petugas menerima laporan dari pedagang kalau ada dagangannya yang hilang. Pelaku berhasil tertangkap di area luar pasar dengan barang bukti berupa satu potong sarung,” ucap dia kepada Harianjogja.com, Senin (10/6/2019).

Laporan lainnya, imbuh Laode, yakni penemuan dompet sebanyak tiga kali. Dalam ketiga kasus ini, dompet yang ditemukan dalam kondisi yang sama, yakni uangnya sudah hilang, tapi surat-surat berharga masih ada di dalam dompet.

Berdasarkan keterangan pemilik dompet, dua dari tiga kasus itu kejadiannya kemungkinan berlangsung di luar pasar. "Semua sudah dikembalikan karena ada nomor ponselnya di dalam," kata dia.

Sedangkan tiga kasus lainnya adalah laporan kehilangan, masing-masing adalah dua laporan kehilangan dompet dan satu laporan kehilangan ponsel. Laporan pertama soal kehilangan dompet, ternyata setelah docek dompet masih berada di dalam tas pelapor sendiri. “Khusus untuk laporan kehilangan ponsel, dari rekaman CCTV dan keterangan korban, diduga dompet sudah hilang sebelum korban masuk Pasar Beringharjo. Kemungkinan hilangnya di luar pasar," katanya.

Diakui dia, dibanding tahun-tahun sebelumnya, laporan menyangkut kamtib di Beringharjo cenderung menurun. Di Ramadan dan libur Lebaran tahun lalu, dia mencatat ada sembilan kasus kehilangan, delapan di antaranya terjadi di dalam pasar.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan 2016 silam, potensi kriminalitas bertambah besar jika banyak pengamen, penjual asongan, gelandangan dan lainnya di dalam pasar. Pasalnya menurut dia banyak pelaku yang menyaru sebagai mereka.

Selain itu, konsentrasi pengunjung juga akan terbagi jika bertemu dengan penjual asongan dan pengamen, sehingga semakin mudah menjadi sasaran kriminal. "Maka sejak 2017 pasar kami sterilkan dari pengamen dan lainnya,” kata dia.

Korlap Kamtib Pasar Beringharjo, Arif Cahyanto, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan Kamtib. Selain dengan CCTV, petugas keamanan juga telah disebar ke tiga pos dan ruas jalan selatan Pasar Beringharjo.

Advertisement

Ketiga pos tersebar di pasar bagian barat, tengah dan timur. Masing-masing dijaga empat sampai lima personel setiap sif yang juga mobile di wilayah posnya. "Lalu di jalan juga ada dua personel," kata dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement