689 Keluarga di Bantul Mengundurkan Diri sebagai Warga Miskin Penerima PKH

Warga mengantri mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
13 Juni 2019 20:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak 689 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI di Bantul mengundurkan diri karena merasa sudah mandiri. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul tengah mengusulkan data yang mengundurkan diri agar dihapus dari basis Data Terpadu (BDT).

Kepala Dinsos P3A, Didik Warsito mengatakan data keluarga PKH yang mengundurkan diri itu merupakan akumulasi sejak tiga tahun terakhir dan tersebar di 17 kecamatan. Ia mengklaim mereka yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri karena merasa sudah tidak layak menerima bantuan, “Mereka membuat surat pernyataan pengunduran diri secara sukarela,” kata Didik, di Parasamya, di Komplek Pemerintahan Bantul, kamis (13/6/2019).

Didik berujar sebenarnya sudah lama mendengar ada warga yang merasa salah sasaran dalam menerima bantuan, namun saat akan mengembalikan kembali bantuan tersebut merasa tidak enak. Kemudian setelah ada yang memulai membuat surat pernyataan pengunduran diri akhirnya diikuti oleh sejumlah warga lainnya yang menerima bantuan.

Saat ini pihaknya juga bekerja sama dengan kecamatan sampai desa untuk memberikan bimbingan dan pendampingan agar warga yang sudah mampu untuk melepaskan diri dari ketergantungan nemenerima bantuan, dan Memberikan kesempatan kepada warga yang benar-benar berhak menerimanya. “Yang mengundurkan diri ini saya yakin akan terus bertambah,” kata Didik.

Berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Sosial Nomor 8 Tahun 2019 lalu, warga miskin di Bantul yang masuk dalam BTD Kementerian Sosial tahun ini sebanyak 157 keluarga (KK). Didik mengatakan jika dalam satu keluarga terdapat 2-3 orang maka warga miskin cukup besar. Ia meyakini tidak semua warga yang masuk BDT itu masuk kategoro miskin, karena itu pihaknya terus berupaya memverifikasi data setiap enam bulan sekali.