Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Warga mengantri mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH). /Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak 689 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI di Bantul mengundurkan diri karena merasa sudah mandiri. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul tengah mengusulkan data yang mengundurkan diri agar dihapus dari basis Data Terpadu (BDT).
Kepala Dinsos P3A, Didik Warsito mengatakan data keluarga PKH yang mengundurkan diri itu merupakan akumulasi sejak tiga tahun terakhir dan tersebar di 17 kecamatan. Ia mengklaim mereka yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri karena merasa sudah tidak layak menerima bantuan, “Mereka membuat surat pernyataan pengunduran diri secara sukarela,” kata Didik, di Parasamya, di Komplek Pemerintahan Bantul, kamis (13/6/2019).
Didik berujar sebenarnya sudah lama mendengar ada warga yang merasa salah sasaran dalam menerima bantuan, namun saat akan mengembalikan kembali bantuan tersebut merasa tidak enak. Kemudian setelah ada yang memulai membuat surat pernyataan pengunduran diri akhirnya diikuti oleh sejumlah warga lainnya yang menerima bantuan.
Saat ini pihaknya juga bekerja sama dengan kecamatan sampai desa untuk memberikan bimbingan dan pendampingan agar warga yang sudah mampu untuk melepaskan diri dari ketergantungan nemenerima bantuan, dan Memberikan kesempatan kepada warga yang benar-benar berhak menerimanya. “Yang mengundurkan diri ini saya yakin akan terus bertambah,” kata Didik.
Berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Sosial Nomor 8 Tahun 2019 lalu, warga miskin di Bantul yang masuk dalam BTD Kementerian Sosial tahun ini sebanyak 157 keluarga (KK). Didik mengatakan jika dalam satu keluarga terdapat 2-3 orang maka warga miskin cukup besar. Ia meyakini tidak semua warga yang masuk BDT itu masuk kategoro miskin, karena itu pihaknya terus berupaya memverifikasi data setiap enam bulan sekali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.