Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Personel Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul merawat wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur di Pantai Kukup, Gunungkidul, beberapa waktu lalu./Ist-Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gelombang tinggi yang melanda kawasan Pantai Selatan Gunungkidul selama beberapa hari terakhir menyapu keberadaan ubur-ubur yang sempat menjadi ancaman wisatawan. Meski demikian, pengunjung harus tetap waspada karena setiap saat ubur-ubur bisa kembali muncul.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan pasca terjadinya gelombang tinggi yang terjadi Selasa (11/6), keberadaan ubur-ubur menghilang. Ia menduga hewan ini tersapu gelombang tinggi sehingga kembali ke tengah laut. “Kami sudah menyisir kawasan pantai dan tidak menemukan ubur-ubur atau yang dikenal masyarakat lokal dengan sebutan impes ini,” kata Marjono kepada Harian Jogja, Jumat (14/6/2019).
Menurut dia, hilangnya ubur-ubur di kawasan pantai tidak lepas dari perubahan arah arus air laut. Untuk saat ini, arus mengarah ke tengah sehingga ubur-ubur juga ikut ke tengah.
Meski demikian, Marjono meminta kepada pengunjung untuk berhati-hati karena potensi ubur-ubur kembali ke pinggir sangat memungkinkan. Hal ini terjadi seiring perubahan arah arus maupun angin yang berembus ke daratan. “Potensi kembali masih ada sehingga wisatawan tetap harus berhati-hati,” katanya.
Menurut dia, saat libur Lebaran ada 438 pengunjung yang terserang ubur-ubur. Marjono mengakui jajarannya kewalahan untuk menangani korban sengatan karena stok minimnya obat-obatan yang dimiliki. Meski demikian, setelah mendapatkan pasokan obat dari Puskesmas Tanjungsari dan Tepus, persedian mencukupi sehingga korban bisa tertangani dengan baik.
Dia menjelaskan serangan ubur-ubur di libur Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan kejadian tahun lalu. Hanya, Marjono menganggap kejadian dalam batas kewajaran karena korban dapat tertangani dengan baik. “Masih wajar karena dulu sempat menembus lebih dari 1.000 korban yang tersengat impes. Kami juga bersyukur korban dapat ditolong semua,” katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan korban sengatan ubur-ubur didominasi anak-anak. Hal ini tidak lepas dari bentuk ubur-ubur yang menarik sehingga anak-anak ingin menyentuhnya. “Bentuknya seperti balon dan ada warnanya sehingga menarik untuk disentuh. Padahal jika menyentuh bisa menyengat,” katanya.
Surisdiyanto menuturkan untuk efek sengatan berbeda-beda mulai dari gatal-gatal, panas, sesak nafas hingga pingsan. Meski demikian, seluruh korban berhasil diselamatkan dengan mendapatkan pertolongan pertama dari petugas SAR. “Meski ada korban tapi semua dapat tertangani dengan mendapatkan obat untuk menghilangkan rasa sakit akibat sengatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.