Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Personel Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul merawat wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur di Pantai Kukup, Gunungkidul, beberapa waktu lalu./Ist-Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gelombang tinggi yang melanda kawasan Pantai Selatan Gunungkidul selama beberapa hari terakhir menyapu keberadaan ubur-ubur yang sempat menjadi ancaman wisatawan. Meski demikian, pengunjung harus tetap waspada karena setiap saat ubur-ubur bisa kembali muncul.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan pasca terjadinya gelombang tinggi yang terjadi Selasa (11/6), keberadaan ubur-ubur menghilang. Ia menduga hewan ini tersapu gelombang tinggi sehingga kembali ke tengah laut. “Kami sudah menyisir kawasan pantai dan tidak menemukan ubur-ubur atau yang dikenal masyarakat lokal dengan sebutan impes ini,” kata Marjono kepada Harian Jogja, Jumat (14/6/2019).
Menurut dia, hilangnya ubur-ubur di kawasan pantai tidak lepas dari perubahan arah arus air laut. Untuk saat ini, arus mengarah ke tengah sehingga ubur-ubur juga ikut ke tengah.
Meski demikian, Marjono meminta kepada pengunjung untuk berhati-hati karena potensi ubur-ubur kembali ke pinggir sangat memungkinkan. Hal ini terjadi seiring perubahan arah arus maupun angin yang berembus ke daratan. “Potensi kembali masih ada sehingga wisatawan tetap harus berhati-hati,” katanya.
Menurut dia, saat libur Lebaran ada 438 pengunjung yang terserang ubur-ubur. Marjono mengakui jajarannya kewalahan untuk menangani korban sengatan karena stok minimnya obat-obatan yang dimiliki. Meski demikian, setelah mendapatkan pasokan obat dari Puskesmas Tanjungsari dan Tepus, persedian mencukupi sehingga korban bisa tertangani dengan baik.
Dia menjelaskan serangan ubur-ubur di libur Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan kejadian tahun lalu. Hanya, Marjono menganggap kejadian dalam batas kewajaran karena korban dapat tertangani dengan baik. “Masih wajar karena dulu sempat menembus lebih dari 1.000 korban yang tersengat impes. Kami juga bersyukur korban dapat ditolong semua,” katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan korban sengatan ubur-ubur didominasi anak-anak. Hal ini tidak lepas dari bentuk ubur-ubur yang menarik sehingga anak-anak ingin menyentuhnya. “Bentuknya seperti balon dan ada warnanya sehingga menarik untuk disentuh. Padahal jika menyentuh bisa menyengat,” katanya.
Surisdiyanto menuturkan untuk efek sengatan berbeda-beda mulai dari gatal-gatal, panas, sesak nafas hingga pingsan. Meski demikian, seluruh korban berhasil diselamatkan dengan mendapatkan pertolongan pertama dari petugas SAR. “Meski ada korban tapi semua dapat tertangani dengan mendapatkan obat untuk menghilangkan rasa sakit akibat sengatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 23 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Kebakaran melanda rumah adat Sade di Lombok Tengah, Sabtu malam. Petugas pemadam dikerahkan dan penyebab kebakaran masih diselidiki.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 23 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
DPRD DIY mendukung pembatasan Pertalite, tetapi meminta pemerintah memastikan data desil 9 dan 10 sesuai kondisi ekonomi masyarakat.
Inter Milan mengawali Liga Italia 2026/27 dengan kemenangan 4-1 atas Monza. Calhanoglu, Zielinski, Esposito, dan Bisseck mencetak gol.