31 Dispensasi Nikah di Jogja Jadi Dasar Lahirnya Program MALIKA
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Proses pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Muja Muju, Umbulharjo. Foto diambil Rabu (20/8/2025). Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA - Progres pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Muja Muju, Umbulharjo saat ini telah memasuki minggu ke-22 sejak dimulai pada April 2025. Sekretaris Dewan DPRD DIY, Yudi Ismono, menyampaikan bahwa pekerjaan berjalan sesuai target bahkan disertai percepatan dengan metode konstruksi yang lebih efisien.
“Proyek yang dibangun oleh Waskita ini ada percepatan pelaksanaannya. Tidak monoton menggunakan prosedur ke atas, tapi pekerjaan dilakukan secara paralel,” ungkap Yudi, Jumat (23/8/2025).
Ia menegaskan, percepatan tersebut tidak mengurangi kualitas. Seluruh material yang digunakan sudah melalui uji laboratorium untuk memastikan ketahanan.
Dari hasil pengujian, material yang dipasang justru berada di atas rata-rata standar yang ditetapkan. “Alhamdulillah semua material di sana berada pada di atas rata-rata hasil uji,” katanya.
Dengan kualitas tersebut, Yudi optimistis gedung DPRD DIY yang baru akan memiliki umur pakai lebih panjang. Perhitungan ketahanan juga sudah mempertimbangkan dinamika kegempaan di DIY selama setengah abad terakhir. Bahkan, standar konstruksi dibuat di atas kemampuan menahan gempa 8 skala richter.
BACA JUGA: Berdiri Sejak 1985, Begini Kondisi Toko Buku Raja Murah Jogja
“Kita sudah mempertimbangkan juga dinamika atau fluktuasi keterjadian gempa selama 50 tahun terakhir. Kalau kemarin ada standar tahan gempa di atas 8 skala richter, maka kira-kira gedung DPRD ini berada di atasnya sedikit,” jelasnya.
Saat ini progres pekerjaan masih terus dipacu. DPRD DIY menargetkan pada Desember 2025 mendatang capaian pembangunan sudah mencapai 55 persen.
“Insya Allah selesai tepat waktu. Total waktu yang digunakan untuk pembangunan gedung DPRD itu 21 bulan,” tambah Yudi.
Sebagai informasi, pembangunan gedung DPRD DIY dimulai pada April 2025 dan ditargetkan selesai Desember 2026. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 51.174 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 26.336 meter persegi. Bangunan berlantai enam dengan tinggi 32 meter tersebut dikerjakan oleh Waskita KSO Citra dengan nilai kontrak Rp293,8 miliar melalui APBD DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.