Kunjungan Wisatawan ke Puncak yang Pernah Disinggahi Obama Menurun, Ini Penyebabnya

Puncak Becici - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
16 Juni 2019 18:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Puncak Becici pada liburan Lebaran tahun ini menurun jika dibanding lebaran tahun lalu. Dari hari Lebaran sampai H+6 Lebaran jumlah pengunjung 26.128 orang. Sementara pada kurun waktu yang sama tahun lalu, jumlah pelancong mencapai 35.832 orang.

Koordinator Pengelola Wisata Puncak Becici, Gandi Saputra mengatakan penurunan jumlah pengunjung pada liburan Idulfitri tahun ini lebih disebabkan rekayasa lalu lintas. Ia menyebut banyak wisatwan yang membatalkan kunjungannya setelah ada penutupan jalan di wilayah Patuk, Gunungkidul.

Selama Operasi Ketupat Progo 2019 semua kendaraan besar memang tidak diperkenankan untuk naik melalui Imogiri-Mangunan dan Wonolelo-Terong. Kendaraan besar seperti bus dan truk diarahkan menuju jalur Patuk-Mangunan. Namun saat hari Lebaran sampai H+4 lebaran Simpang Patuk menuju Mangunan ditutup, sehingga kendaraan dari arah Jogja tidak bisa langsung berbelok ke kanan menuju Mangunan, melainkan harus lurus ke arah Wonosari.

Menurut Gandi, untuk menemukan area putar balik menuju Simpang Patuk harus menempuh perjalanan sekitar 4-5 kilometer. Area putar baliknya, kata Gandi,  juga tidak mudah sehingga menyulitkan pengemudi untuk bermanuver. “Akibatnya banyak pengendara bus pariwisisata yang membatalkan kunjungan ke Becici,” kata Gandi, Sabtu (15/6/2019).

Ia tidak menyebut berapa bus yang membatalkan kunjungan ke objek wisata yang pernah dikunjungi oleh mantan presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama tersebut. Gandi menegaskan objek wisata Pucak Becici dan Pinus Pengger berada di wilayah Kecamatan Munthuk, Dlingo. Sejauh ini objek wisata tersebut paling mudah dan lebih dekat diakses melalui jalur Patuk-Mangunan.

“Kalau Patuk [Jalan Jogja-Wonosari Simapng Patuk] diportal yang sepi pengunjung,” kata dia. Terlebih akses Imogiri-Mangunan dan Wonolele Pleret-Terong Dlingo atau Jalur Cinomati tidak dianjurkan untuk bus-bus pariwisata dengan alasan membahayakan.

Bendahara Koperasi Notowono atau wadah pengelola wisata Mangunan dan sekitarnya, Totok Prasetyo, menambahkan kunjungan wisata menurun tidak hanya di Pucak Becici, namun hampir semua objek wisata yang dikelola di bawah Koperasi Notowono, seperti Gunung Pengger, Lembah Dahromo, Bukit Lintang Sewu, Pinus Asri, Pinus Sari, Seribu Batu, Bukit Panguk, dan Bukit Mojo.

Dalam catatan Koperasi Notowono kunjungan wisatawan selama 5-13 Juni ke Gunung Pengger sebanyak 33.929 orang, Puncak Becici 29.737 orang, Lembah Dahromo, 764 orang, Bukit Lintang Sewu 4.160 orang, Pinus Asri 6.425 orang Pinus Sari 42.582 orang, Seribu Batu 17.719 orang, Bukit Panguk 3.906 orang, dan Bukit Mojo235. Total kunjungan dari sembilan objek wisata tersebut sebanyak 139.495 orang. Jika di banding lebaran tahun lalu berkurang sekitar 16.705 orang.

Totok mengamini alasan berkurangnya kunjungan wisata seperti diungkapkan Gandi. Ia berharap pemerintah dapat mempermudah akses wisata menuju Mangunan, salah satunya dengan mengkaji kembali kebijakayn rekayasa lalu lintas yang diterapkan setiap liburan lebaran.

“Kami banyak mendapaikan komplain dari wisatawan. Tapi karena [rekayasa lalu lintas] itu kebijakan pemerintah kami sebagai pengelola tidak bisa berbuat banyak,” kata Totok.