Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Sutiyem, mengambil air dari lubang yang dibuat di Telaga Banteng, Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Selasa (31/7/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, WONOSARI—Potensi kekeringan di Gunungkidul terus meluas. Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mendata hingga saat ini ada 10 kecamatan yang mengalami krisis air dengan jumlah warga terdampak mencapai 76.514 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan seiring masuknya musim kemarau jumlah wilayah yang mengalami kekeringan terus bertambah. Total wilayah yang mengalami krisis mencapai 10 kecamatan dengan rincian 248 dusun, 50 desa dan 21.519 kepala keluarga. “Jika dirinci jumlah warga terdampak mencapai 76.514 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan,” kata Edy kepada wartawan, Sabtu (15/6/2019).
Dia menjelaskan untuk daerah yang terdampak kekeringan tidak beda jauh dengan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Menurut Edy, potensi bertambahnya desa maupun jiwa terdampak kekeringan masih sangat mungkin seiring datangnya puncak musim kemarau. “Kami terus mendata wilayah dan warga terdampak sehingga data yang dimiliki benar-benar akurat dan batuan bisa tepat sasaran,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkab Gunungkidul ini.
Dijelaskan Edy, untuk penyaluran bantuan BPBD mengalokasikan anggaran Rp500 juta. Kegiatan dropping sudah dimulai sejak 1 Juni 2019 menyasar ke beberapa kecamatan yang dilanda kekeringan. “Bantuan terus kami distribusikan dan sampai saat ini [Sabtu] sudah ada 84 rit truk tangki pengangkut air yang diberikan ke masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan Edy, penyaluran air bersih tidak hanya dilaksanakan oleh BPBD karena sejumlah pemerintah kecamatan juga melakukan dropping. Untuk memastikan tidak adanya tumpang tindih bantuan ada koordinasi terkait dengan pelaksanaan penyaluran. “Sudah dikoordinasikan. Hasilnya ada pembagian wilayah dalam penyaluran sehingga tidak ada penyaluran bantuan yang sama di satu titik,” katanya.
Salah seorang warga Giriasih, Kecamatan Purwosari, Edi Setiawan, mengatakan untuk wilayahnya masih aman karena stok air bersih masih bisa tercukupi melalui sarana penyediaan air minum di tingkat dusun. Keberadaan sumber air ini dapat menjangkau kebutuhan bagi warga di tiga perdusunan.
Meski demikian, secara umum di Kecamatan Purwosari sudah mengalami kekeringan. Hal ini dibuktikan masuknya bantuan air bersih ke beberapa desa seperti Giricahyo dan Giripurwo. “Kecamatan Purwosari menjadi wilayah yang menjadi langganan krisis air saat musim kemarau,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Marc Marquez tercepat di practice MotoGP Jerman 2026 (1'19.394). Bagnaia gagal ke Q2, start dari Q1. Raul Fernandez dan Diggia di 3 besar. Enea Bastianini crash
Pemda DIY menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,9-6,7 persen pada 2027. Angka kemiskinan ditargetkan turun hingga 8,5-9,5 persen melalui APBD sekitar Rp4,93 triliun
Korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo mencapai 625 orang. Penyebaran kini meluas ke wilayah baru dan memicu kewaspadaan WHO.
Pria lebih cepat move on? Terapis ungkap itu hanya norma sosial. Pria proses internal, wanita eksternal, tapi waktu pemulihan tak beda signifikan.
Storage WhatsApp cepat penuh bisa membuat HP lemot dan memori cepat habis. Simak penyebab utama serta cara mudah membersihkan file besar di WhatsApp.