Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Sutiyem, mengambil air dari lubang yang dibuat di Telaga Banteng, Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Selasa (31/7/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, WONOSARI—Potensi kekeringan di Gunungkidul terus meluas. Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mendata hingga saat ini ada 10 kecamatan yang mengalami krisis air dengan jumlah warga terdampak mencapai 76.514 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan seiring masuknya musim kemarau jumlah wilayah yang mengalami kekeringan terus bertambah. Total wilayah yang mengalami krisis mencapai 10 kecamatan dengan rincian 248 dusun, 50 desa dan 21.519 kepala keluarga. “Jika dirinci jumlah warga terdampak mencapai 76.514 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan,” kata Edy kepada wartawan, Sabtu (15/6/2019).
Dia menjelaskan untuk daerah yang terdampak kekeringan tidak beda jauh dengan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Menurut Edy, potensi bertambahnya desa maupun jiwa terdampak kekeringan masih sangat mungkin seiring datangnya puncak musim kemarau. “Kami terus mendata wilayah dan warga terdampak sehingga data yang dimiliki benar-benar akurat dan batuan bisa tepat sasaran,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkab Gunungkidul ini.
Dijelaskan Edy, untuk penyaluran bantuan BPBD mengalokasikan anggaran Rp500 juta. Kegiatan dropping sudah dimulai sejak 1 Juni 2019 menyasar ke beberapa kecamatan yang dilanda kekeringan. “Bantuan terus kami distribusikan dan sampai saat ini [Sabtu] sudah ada 84 rit truk tangki pengangkut air yang diberikan ke masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan Edy, penyaluran air bersih tidak hanya dilaksanakan oleh BPBD karena sejumlah pemerintah kecamatan juga melakukan dropping. Untuk memastikan tidak adanya tumpang tindih bantuan ada koordinasi terkait dengan pelaksanaan penyaluran. “Sudah dikoordinasikan. Hasilnya ada pembagian wilayah dalam penyaluran sehingga tidak ada penyaluran bantuan yang sama di satu titik,” katanya.
Salah seorang warga Giriasih, Kecamatan Purwosari, Edi Setiawan, mengatakan untuk wilayahnya masih aman karena stok air bersih masih bisa tercukupi melalui sarana penyediaan air minum di tingkat dusun. Keberadaan sumber air ini dapat menjangkau kebutuhan bagi warga di tiga perdusunan.
Meski demikian, secara umum di Kecamatan Purwosari sudah mengalami kekeringan. Hal ini dibuktikan masuknya bantuan air bersih ke beberapa desa seperti Giricahyo dan Giripurwo. “Kecamatan Purwosari menjadi wilayah yang menjadi langganan krisis air saat musim kemarau,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.