Produk Nonlokal Tidak Boleh Dijual di Bendung Kamijoro

Pengunjung melintasi jembatan penghubung di Bendungan Kamijoro, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
17 Juni 2019 22:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama pengelola objek wisata Taman Bendung Kamijoro, sepakat melarang para pedagang di tempat wisata yang berlokasi di Dusun Kaliwaru, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, menjual produk nonlokal.

Kesepakatan itu tertulis pada salah satu poin pakta integritas yang ditandatangani kedua pihak di ruang rapat Menoreh, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Senin (17/6). Dari empat poin, pelarangan produk nonlokal diperjualbelikan di Taman Bendung Kamijoro tersemat di poin kedua.

Karangtaruna Tunas Harapan, Dusun Kaliwiru, yang menjadi pengelola wisata Bendung Kamijoro siap menerapkan program Bela Beli Kulonprogo. Praktiknya berisi empat hal, yakni penyediaan kuliner lokal hasil olahan masyarakat setempat, penyediaan cendera mata khas Kulonprogo, tidak menyediakan produk makanan pabrikan, dan tidak menyediakan produk softdrink dan air minum dalam kemasan (AMDK) selain AirKu.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Niken Probo Laras mengatakan langkah ini ditempuh sebagai upaya mewujudkan program Bela Beli Kulonprogo dan branding objek wisata itu. Nantinya seluruh barang maupun makanan yang dijual di sana harus merupakan produk lokal bikinan masyarakat Kulonprogo.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan pendataan produk yang dijual di sana, setelah pakta integritas ini seluruh barang yang dijual harus produk lokal,” ujar dia.

Pengampu Kegiatan Sub Unit Karangtaruna Tunas Harapan, Dusun Kaliwaru, Sugeng Lana Raharja, mengatakan pembatasan produk lokal yang dijual oleh 129 pedagang di Taman Bendung Kamijoro sebenarnya sudah diterapkan sejak Maret 2019. Kini dengan adanya pakta integritas itu, penerapan aturan bisa lebih kuat. Seluruh produk nantinya harus produk lokal.

“Jika ada yang menjual produk nonlokal akan kami ingatkan, kalau masih ngeyel kami minta pindah jualan,” ujarnya.

Sugeng mengakui kebijakan ini awalnya sempat ditolak  dari para pedagang. Namun, seiring berjalannya waktu, pedagang bisa menerima aturan itu. “Memang sempat ada yang protes, tetapi itu dulu, pas mulai diterapkan ternyata dapat respons yang bagus jadinya bisa berjalan sampai sekarang,” ujar dia.

Produk lokal yang dijual Taman Bendung Kamijoro, kata Sugeng, meliputi geblek tempe, dawet, kuliner olahan warga sekitar hingga produk AirKu. Meski tidak ada produk non okal, dia tak khawatir dengan kemungkinan berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan. Menurut dia, dengan fokus menjual produk lokal, justru bisa menambah minat masyarakat untuk berwisata sembari menjajal kuliner khas Kulonprogo di Kamijoro.

Dalam penandatanganan pakta integritas, PT.Pegadaian (Persero) juga menghibahkan tenda kepada pengelola wisata Taman Bendung Kamijoro. Selain itu, Dinas Pariwisata juga menghibahkan 50 pail cat dari PT Jotun Indonesia. Hibah ditujukan kepada seluruh pengelola desa wisata di Kulonprogo, yang saat ini telah mencapai 11 desa wisata.