MTs Negeri 9 Bantul Dorong Literasi untuk Siswa dan Orangtua

Kegiatan Wisuda Purna Siswa dan Pelepasan Kelas IX MTs Negeri 9 Bantul di Gedung Serbaguna Desa Banguntapan, Bantul, Sabtu (15/6/2019). - Ist/MTs N 9 Bantul.
19 Juni 2019 17:27 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 9 Bantul mendorong literasi bagi siswa dan orangtua wali pada tahun ajaran baru mendatang. Sekolah ini secara resmi telah meluluskan sebanyak 116 siswa melalui proses Wisuda Purna Siswa dan Pelepasan Kelas IX MTs Negeri 9 Bantul di Gedung Serbaguna Desa Banguntapan, Sabtu (15/6/2019).

Kepala MTs N 9 Bantul Miftakhul Bakhri menilai pentingnya literasi di era saat ini dalam menambah pengetahuan siswa. Oleh karena itu pada tahun ajaran baru mendatang pihaknya akan menggalakkan literasi yang tidak hanya untuk siswa namun juga orangtua wali siswa. Harapannya melalui program itu dapat memberikan manfaat bagi siswa dan orangtua terutama dalam hal tulis menulis.

“Melalui literasi ini bisa menulis buku, mungkin nanti diawali dengan membuat semacam kumpulan cerpen, kami akan memulai tahun ini. Harapannya tentu bisa meningkatkan kualitas peserta didik, dan madrasah bisa terus terus berkembang ,” kata dia dalam rilisnya, Rabu (19/6/2019).

Ia menambahkan pada akhir tahun ajaran 2018/2019 ini pihaknya meluluskan 116 siswa yang telah diwisuda. Selama proses pendidikan seluruh siswa yang lulus telah diberikan bekal pendidikan karakter yang memadai. Terutama bekal kepribadian yang baik untuk bisa diterapkan di tengah masyarakat. Pada tahun ajaran 2019/2020 MTs N 9 Bantul akan menerima 128 siswa baru untuk empat rombongan belajar.

“Harapan kami yang sudah lulus memiliki pemikiran yang bagus melanjutkan ke jenjang lebih tinggi sesuai minat bakat masing-masing. Selain itu harapan kami masyarakat tahu bahwa kami di MTs ini serius dalam mengelola pendidikan,” katanya.

Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kanwil Kemenag DIY Abdul Suud berharap lulusan MTs jika melanjutkan ke jenjang lebih tinggi agar tetap memilih madrasah. Pihaknya mengintruksikan agar lulusan MTs diprioritaskan bisa diterima Madrasah Aliyah (MA). Hanya saja proses pendaftarannya tetap harus melalui prosedur setiap madrasah.

Ia memastikan proses peningkatan kualitas madrasah di DIY terus berjalan. Pemerataan pendidik juga terus dilakukan dengan melakukan rotasi guru dari sebelumnya bertugas di madrasah unggulan ke madrasah lainnya. “Program pemerataan ini terus kami lakukan di seluruh madrasah, tujuannya supaya ada keseteraan kualitas dan juga prestasi,” ujarnya.