Ini Sejumlah Masalah yang Dihadapi Wali Murid di Jogja terkait PPDB 2019

Ilustrasi PPDB. - JIBI
24 Juni 2019 20:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Salah satu syarat yang harus diserahkan calon peserta dalam mengurus pendaftaran PPDB SMA/K di DIY adalah salinan kartu keluarga(KK). Kendati demikian, muncul sejumlah persoalan terkait KK calon peserta.

Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, ada beberapa KK yang ketika dimasukkan datanya, ditemukan perbedaan alamat. Alamat yang tertera dalam KK berbeda dengan alamat zonasi seleksi PPDB yang akan diikuti.

"Jadi harus klarifikasi ke sini [kantor Disdikpora DIY]. Selain itu, masih ada beberapa orangtua peserta didik yang kebingungan, jadi mereka datang untuk meminta penjelasan secara teknis terkait sistem seleksi yang berlaku dalam PPDB," ungkapnya, Senin (24/6/2019).

Selebihnya, ada warga yang salah menginput data sendiri. Yang lainnya, ada yang tidak bisa mengganti sendiri PIN token menjadi password untuk menggunakan sistem.

"Ketika mereka meminta dibantu, kami bantu di sini," kata dia.

Sekretaris PPDB SMA N 8 Jogja, Siti Hajarwati menyatakan, persoalan terkait KK para calon peserta PPDB juga dijumpai di SMA N 8 Jogja.

Ia meminta warga untuk cermat dengan token. Karena salah satu yang terjadi adalah ketika menerima token, warga belum secara cermat melihat token yang mereka pegang sudah berisikan data kependudukan yang sesuai.

"Misalnya ada yang sembilan bulan lalu berdomisili di wilayah A, lalu pindah ke daerah B. Tapi di KK masih tertulis domisili di A, padahal mereka ingin mendaftarkan anaknya lewat jalur zonasi di wilayah B," ujarnya.

Untuk kondisi demikian, sekolah mengarahkan para orang tua untuk langsung mengurusnya ke kantor Disdikpora DIY.

"Yang bisa kami atasi, akan kami bantu. Tapi kalau yang tidak bisa kami atasi, kami arahkan ke Disdikpora," kata dia.