15% Warga Sleman adalah Lansia, Ini Upaya Pemkab

Ilustrasi lansia. - JIBI
24 Juni 2019 18:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Sleman mencapai sekitar 165.000 jiwa atau sekitar 15% dari total penduduk Sleman yang mencapai 1,1 juta jiwa.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan angka harapan hidup tertinggi di Indonesia tercatat berada di Kabupaten Sleman dengan umur mencapai 76 tahun. Adapun jumlah lansia di Bumi Sembada, kata dia, hingga kini mencapai sekitar 15% dari total penduduk di Sleman.

Dia mengatakan keberadaan lansia perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar nantinya tidak menjadi beban bagi dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan. "Warga lanjut usia perlu diberdayakan sesuai dengan kemampuannya. Peringatan Hari Lansia tahun ini kami harapkan bisa memunculkan ide itu," kata Sri Muslimatun yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Daerah Lansia Sleman, Senin (24/6/2019).

Salah satu gagasan yang diwacanakan oleh Pemkab Sleman, lanjut Sri, adalah pembentukan Rumah Bahagia Lansia. Di tempat itu para lansia bisa melakukan berbagai kegiatan yang bersifat pemberdayaan seperti pelatihan ketrampilan.

Di Rumah Bahagia, lansia juga diajak aktif secara fisik melalui senam, dan kegiatan lain untuk mengasah mental. "Kami ingin di Rumah Bahagia, warga lansia tidak merasa disingkirkan. Mereka bisa menetap di tempat itu tapi juga bisa nomaden," ujar dia.

Sementara lansia yang telantar, Pemkab Sleman diakui dia telah mengupayakan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa pemberian bantuan dalam bentuk makanan, uang, dan usaha ekonomi produktif. Dari data Dinas Sosial Sleman, ada sekitar 6.900 lansia telantar tanpa sanak saudara.