Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Penampilan salah satu peserta dalam Lomba Bercerita SD/MI DIY 2019 yang digelar di Hotel Royal Darmo, Jogja, Selasa (25/6/2019).Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan mendongeng dinilai sebagai salah satu cara yang cukup efektif untuk meningkatkan minat baca pada anak. Melalui Lomba Bercerita SD/MI DIY 2019 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY di Hotel Royal Darmo, Jogja, Selasa (25/6/2019), anak dibiasakan membaca buku dengan metode yang menyenangkan, yakni melalui dongeng.
Sekretaris DPAD DIY Suwardoyo, mengatakan lomba bercerita adalah kegiatan yang rutin digelar secara berjenjang setiap tahun. Peserta lomba tersebut adalah para pemenang lomba bercerita di tingkat kabupaten/kota. “Lalu pemenang dari tingkat DIY akan dikirim ke tingkat nasional,” kata dia kepada Harianjogja.com, Selasa.
Suwardoyo menjelaskan lomba yang tahun ini mengambil tema Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal dalam Upaya Membangun Karakter Kecerdasan Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda Indonesia tersebut digelar selama dua hari, yakni pada Kamis (21/6/2019) untuk fase penyisihan dan Selasa untuk fase final. "Fase penyisihan diikuti 10 peserta, masing-masing kabupaten/kota dipilih dua orang," katanya.
Di fase final, lanjut dia, peserta hanya tersisa enam anak. Masing-masing dua anak mewakili Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Adapun penilaian meliputi penampilan, cara bercerita, penguasaan materi dan kemampuan bercerita.
Sesuai dengan temanya yang berkaitan dengan budaya lokal, maka dongeng yang dibawakan oleh masing-masing peserta adalah cerita rakyat yang berkembang di DIY. Sebagai bahan, peserta bisa mengambil dari buku cerita rakyat yang banyak terdapat di perpustakaan sekolah maupun umum.
Salah satu peserta, M Paco Tyrone Khajizi, siswa Kelas V SDN Kotagede 3 Jogja yang membawakan cerita berjudul Kyai Jegot nampak serius dalam membawakan cerita itu. Materi cerita itu ia ambil dari Buku Antologi Cerita Rakyat DIY yang ada di Perpustakaan Kota Jogja.
Dalam penampilannya, Paco terlihat sangat piawai memerankan Kyai Jegot, Abdi Dalem maupun Sultan. Ia telah gemar mendongeng sejak Kelas III SD. Sebelum itu, ia juga telah mengikuti banyak event dai cilik. "Dari TK ikut dai, jadi sudah biasa tampil di depan umum," ujarnya.
Selain itu ia juga gemar membaca. Ia mengatakan setiap hari jika ada waktu luang ia akan menyempatkan membaca buku. Cerita rakyat merupakan salah satu genre buku yang ia sukai. “Kalau tidak suka baca, tidak mungkin pengetahuan kita bisa bertambah luas,” ucap Paco.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.
Google menghadirkan fitur keamanan baru di Android 17, termasuk pemutus telepon penipu otomatis dan perlindungan OTP.
Bansos PKH tahap 2 tahun 2026 mulai cair. Cek status penerima PKH lewat situs resmi Kemensos dan aplikasi Cek Bansos.