SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Ilustrasi PPDB./Harian Jogja-Uli febriarni
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala SMAN 1 Bantul Titi Prawiti menilai sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 masih minim sehingga banyak orang tua calon siswa yang belum paham dan kemudian protes ke sekolah.
Titik mencontohkan orang tua calon siswa yang menganggap pilihan sekolah 1, 2, dan 3 harus menggunakan jalur zonasi semua. “Padahal pilihan bisa dikombinasikan antara jalur zonasi dan jalur prestasi. Yang tidak bisa itu kan jalur kepindahan orang tua harus sesuai dengan tempat domisili,” kata Titi, saat ditemui di SMA 1 Bantul, Rabu (26/6/2019).
Soal jalur prestasi juga sempat menimbulkan persoalan karena pada hari pertama pendaftaran hanya nilai ujian nasional murni yang masuk sistem. Namun, pada hari kedua pendaftaran, nilai prestasi akademik dan nonakademik baru dimunculkan.
Selain itu, pengambilan token juga belum dipahami. Banyak orang tua yang menganggap token harus cepat diambil, padahal tidak berpengaruh karena yang diutamakan adalah yang mendaftar lebih dulu lewat daring.
Titik mengatakan semua regulasi dari Peraturan Menteri sampai Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) juga harus disosialisasikan lebih awal kepada sekolah-sekolah sehingga tidak membingungkan siswa. “Kami dari sekolah juga mensosialisasikan tapi lewat website kan tidak maksimal,” ujar Titik.
Dalam PPDB di SMAN 1 tahun ini, dari kuota 372 untuk IPA dan IPS sudah terpenuhi sejak hari pertama pendaftaran. Pada hari kedua dan ketiga, panitia tinggal menggeser-geser jalur prestasi.
Jalur zonasi untuk IPA sebanyak 242 siswa, prestasi 12 siswa, jalur khusus kepindahan orang tua satu siswa, dan jalur surat keterangan tanda miskin (SKTM) 15 siswa. Sementara IPS jalur zonasi 61 siswa, prestasi tiga siswa, dan SKTM delapan siswa, sementara jalur khusus kepindahan orang tua tidak ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Raperda KIP Jogja mengatur akses warga terhadap rencana proyek, perkiraan anggaran, kerja sama Pemkot, hingga pertimbangan keputusan pemerintah.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kasus stunting Jateng mencapai 178.600 anak. Wonosobo tertinggi secara persentase, sementara Tegal mencatat jumlah kasus terbanyak.
Iran menawarkan membuka Selat Hormuz dalam tujuh hari jika AS lebih dulu meredakan tekanan militer dan kembali ke jalur diplomasi.
DPRD Bantul meminta pedagang pantai transparan soal tarif layanan setelah wisatawan mengeluhkan biaya sewa tikar di Pantai Parangtritis.