Hotel Pandanaran Prawirotaman Gandeng BNNP DIY Kampanyekan Pemberantasan Narkoba

Senam sehat Hotel Pandanaran Prawirotaman bersama BNNP DIY. - Ist/Hotel Pandanaran Prawirotaman
28 Juni 2019 22:17 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun ini kembali diperingati pada 26 Juni 2019. Untuk memperingati HANI 2019, Hotel Pandanaran Prawirotaman melaksanakan kegiatan Senam Sehat Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DIY di halaman perkantoran BNNP DIY, Jumat (28/6/2019).

Afida, Public Relations Hotel Pandanaran Prawirotaman mengungkapkan kegiatan tersebut mengusung tema Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas. Dengan dihadiri kurang lebih 80 orang yang terdiri dari manajemen dan staf hotel, pihak BNNP DIY, dan puluhan rekan panti rehabilitasi, kegiatan senam sehat tersebut berjalan lancar dan sukses.

Menurutnya, tidak hanya kegiatan senam sehat, Hotel Pandanaran Prawirotaman Bersama dengan BNNP DIY turut berkampanye dan menyerukan sinergitas program P4GN [Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba] di wilayah DIY. "Sudah seharusnya, pelaku industri swasta seperti kami ini turut mendukung program dan upaya BNN dalam memutus rantai peredaran narkoba, terutama di DIY. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap Hotel Pandanaran telah berkontribusi nyata dalam program P4GN," papar dia.

Kegiatan senam sehat ini dimulai pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan kampanye Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas oleh Kepala Bagian Umum BNNP DIY Setya Pranata dan diakhiri dengan sarapan Bersama pada pukul 10.00 WIB. Selain itu, acara ini juga diselingi dengan games dan doorprise yang semakin menghangatkan suasana kegiatan tersebut.

“Dengan adanya kegiatan senam sehat ini, BNNP menyambut baik inisiasi dan kontribusi sinergitas dari Hotel Pandanaran Prawirotaman melalui program P4GN. Sehingga, dengan semakin banyaknya industri swasta yang melaksakan program tersebut, maka akan semakin menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika khususnya di wilayah DIY," terang Setya. (*)