Ini Hasil Evaluasi Pemilu Serentak di Bantul..

Ilustrasi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
29 Juni 2019 11:07 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul telah melakukan evaluasi terkait pengamanan pelaksanaan pemilu serentak.

Beberapa poin yang menjadi bahan evaluasi diantaranya adalah tahapan kampanye, pengamanan kantor dan gudang logistik KPU, pengamanan distribusi logistik, pengamanan tahapan pemungutan dan penghitungan suara, serta tahapan rekapitulasi hasil suara dan tahapan setelah penetapan hasil pemilu.

Ketua Perencanaan, Data dan Informasi KPU Bantul Arief Widayanto menyampaikan, evaluasi pengamanan tahapan pemilu sangat penting dilakukan. Mengingat pelaksanaan pemilu serentak 2019 diwarnai dengan banyak dinamika yang terjadi disetiap tahapan sampai dengan pengamanan pasca penetapan hasil pemilu.

“Untuk saat ini evaluasi masih kami lakukan dan belum selesai. Selain itu evaluasi pengamanan pemilu bagi kami sangat berarti untuk menyiapkan pola pengamanan pada pemilihan Bupati yang akan dilaksanakan pada 2020 mendatang," kata Arief ketika dihubungi Harian Jogja pada Kamis (27/6/2019).

Ia menyampaikan dalam kesempatan evaluasi pada Senin (24/6/2019) lalu yang turut dihadiri oleh Kabag Ops Polres Bantul, Kompol Donny Zuliyanto Nugroho. Kompol Donny mengatakan evaluasi terkait penyimpanan gudang logistik masih perlu mempertimbangkan jumlah dan kelayakan gedungnya.

“Oleh sebab itu kami akan menindaklanjuti usulan kepolisian yang berkaitan dengan penyimpanan gudang logistik dan juga kelayakannya. Lalu yang jadi untuk evaluasi lainnya seperti dalam hal pendistribusian logistik ke kecamatan maupun desa perlu dipertimbangkan terkait kesiapan armada logistik dan juga tenaga bongkarnya sekalian. Hal ini agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman logistik lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan pada proses rekapitulasi di tingkat kecamatan, rata-rata di Bantul melebihi waktu yang ditentukan. "Rata-rata masih overtime dari waktu yang ditentukan. Seperti di Banguntapan yang paling lama, mulai sembilanbelas April sampai empat Mei," katanya.

Selain itu, menurut Arief ada tiga hal krusial yang menjadi poin evaluasi tahapan pemilu serentak di Kabupaten Bantul yakni pemutakhiran data pemilih, proses pemungutan dan penghitungan suara, dan rekapitulasi suara.

"Pertama pemutakhiran data pemilih. Ada banyak sekali dinamika pemilu 2019. Mulai dari coklit hingga DPThp 3, banyak perkembangan regulasi yang berubah. Kedua, yang akan menjadi evaluasi saat pemungutan dan penghitungan suara, kita tahu kemarin pemilu serentak pertama kali, beban kerja untuk semua badan ad-hoc terutama KPPS itu cukup berat. Sehingga titik tekannya, kita minta teman-teman PPS untuk melakukan evaluasi pemungutan dan penghitungan suara," jelasnya.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diingin seperti beberapa petugas yang jatuh sakit hingga mengalami kematian dalam Pilkada 2020 pihaknya berharap para calon petugas harus memenuhi syarat-syarat administrasi terutama masalah kesehatan.

“Jika masalah syaratnya bisa dipenuhi khususnya dalam kesehatan maka insyaAllah di Pilkada tahun depan tidak ada kejadian seperti itu lagi,” ucapnya.