Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Head of CSR PT Astra International, Muhammad Taufan (kanan), melihat hasil kerajinan batik binaan UMKM dari PT Astra di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Minggu (7/4/2019)./Harian Jogja- David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Gunungkidul terus mendorong pelaku usaha untuk melek digital. Pasalnya, hingga saat ini pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran masih sangat kecil.
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul, Sutaryono, mengatakan, total hingga saat ini ada 24.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdata di Gunungkidul. Namun demikian, dari jumlah ini baru 25% pengusaha yang memanfaatkan program digitalisasi untuk memasarkan produk yang dihasilkan.
“Belum banyak yang memanfaatkan digitalisasi pemasaran. Ini menjadi tugas kami untuk terus mendorong pengusaha mau memanfaatkan teknologi informasi dalam upaya pemasaran,” katanya kepada wartawan, Jumat (28/6/2019).
Menurut dia, pada saat sekarang, pelaku UKM masih banyak menggunakan cara-cara konvensional dalam pemasaran produk yang dihasilkan. Sutaryono menilai cara ini tetap bisa dilakukan tetapi untuk perluasan harus bisa menggunakan pasar online. “Pasar online tidak memperhitungkan jarak karena aktivitas jual beli bisa dilakukan di mana saja. Jika tertarik dan cocok langsung bayar dan barang segera dikirim ke pembeli,” ungkapnya.
Sutaryono berpendapat pasar online masih sangat terbuka dan bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produk yang dihasilkan. “Cara konvensional bisa diteruskan, tapi agar optimal dalam pemasaran pasar online juga harus dicoba,” tuturnya.
Untuk menggerakan pelaku usaha agar mau melek program digital, Sutaryono mengakui sudah menyiapkan program-program pelatihan digitalisasi. “Kami membantu melalui pelatihan-pelatihan yang berbasis jual beli online,” katanya.
Disinggung mengenai penyebab pelaku UKM belum banyak yang memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran, Sutaryono mengakui hal ini tak lepas dari sumber daya manusia (SDM) yang ada. Menurut dia, masalah SDM sangat berpengaruh karena dengan kemampuan yang terbatas maka pelaku usaha belum bisa memanfaatkan pasar jual beli online. “Kalau yang muda tidak ada masalah karena sudah terbiasa dengan sistem online. Tapi untuk yang sudah tua belum bisa karena keterbatasan SDM,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Supriyadi, mengatakan Pemkab harus berpartisipasi dalam upaya pengembangan digitalisasi di sektor usaha. Pasalnya, pemasaran online menjadi ceruk pasar yang tak bisa dipandang sebelah mata. “Pasar online sudah jadi tren dan ini harus ditangkap untuk pengembangan UKM di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.