Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi koperasi.
Harianjogja.com, WATES--Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo mulai mengintensifkan pembentukan koperasi simpan pinjam di pasar-pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk mengatasi keberadan rentenir pasar yang membuat para pedagang terlilit hutang dalam jumlah besar.
Kepala Disdag Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan hadirnya koperasi simpan pinjam dapat menjadi rujukan para pedagang pasar tradisional untuk meminjam uang. Koperasi ini bisa dikelola langsung oleh paguyuban pasar maupun dipihakketigakan tergantung kesepakatan.
"Jadi, mereka [pedagang] yang butuh modal usaha, bisa pakai koperasi, nanti pengelolaan koperasi dapat dipegang oleh pedagang, termasuk pembayaran iuran dan bagi hasilnya," kata Iffah, Selasa (2/7/2019).
Program ini dimulai dari Pasar Bela Beli Barteg (Barat Teteg). Pasar yang pekan lalu baru diresmikan tersebut bakal menjadi percontohan koperasi simpan pinjam pedagang pasar tradisional Kulonprogo. Dengan begitu, budaya meminjam uang ke renternir bisa dikikis secara perlahan.
Adapun untuk pasar tradisional lainnya di Kulonprogo, terutama yang renternirnya sudah merajalela, dinas akan melakukan pemetaan. Setelah itu dicarikan solusi terbaik. Salah satu solusi yang bisa diterapkan setidaknya dalam satu dua tahun ke depan yakni membangun kerjasama antara Disdag dengan pihak perbankan.
Nantinya, bank yang sudah bekerja sama dengan jawatan tersebut, bakal meluncurkan program peminjaman yang mudah dan bunga murah. "Perbankan juga akan diminta tidak mempersulit birokrasi peminjamannya," tambah Iffah.
Pengelola Pasar Bela Beli Barteg, Zuharsono mengatakan siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk mengurangi ketergantungan pedagang terhadap renternir. Termasuk program pembentukan koperasi simpan pinjam dan kerja sama dengan perbankan yang akan segera diterapkan dalam waktu dekat ini.
Dia berharap dengan langkah ini, pedagang bisa bebas dari lilitan utang rentenir. Terlebih adanya koperasi dapat memberikan kemudahan pedagang untuk meminjam uang karena memiliki bunga rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.