Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi koperasi.
Harianjogja.com, WATES--Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo mulai mengintensifkan pembentukan koperasi simpan pinjam di pasar-pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk mengatasi keberadan rentenir pasar yang membuat para pedagang terlilit hutang dalam jumlah besar.
Kepala Disdag Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan hadirnya koperasi simpan pinjam dapat menjadi rujukan para pedagang pasar tradisional untuk meminjam uang. Koperasi ini bisa dikelola langsung oleh paguyuban pasar maupun dipihakketigakan tergantung kesepakatan.
"Jadi, mereka [pedagang] yang butuh modal usaha, bisa pakai koperasi, nanti pengelolaan koperasi dapat dipegang oleh pedagang, termasuk pembayaran iuran dan bagi hasilnya," kata Iffah, Selasa (2/7/2019).
Program ini dimulai dari Pasar Bela Beli Barteg (Barat Teteg). Pasar yang pekan lalu baru diresmikan tersebut bakal menjadi percontohan koperasi simpan pinjam pedagang pasar tradisional Kulonprogo. Dengan begitu, budaya meminjam uang ke renternir bisa dikikis secara perlahan.
Adapun untuk pasar tradisional lainnya di Kulonprogo, terutama yang renternirnya sudah merajalela, dinas akan melakukan pemetaan. Setelah itu dicarikan solusi terbaik. Salah satu solusi yang bisa diterapkan setidaknya dalam satu dua tahun ke depan yakni membangun kerjasama antara Disdag dengan pihak perbankan.
Nantinya, bank yang sudah bekerja sama dengan jawatan tersebut, bakal meluncurkan program peminjaman yang mudah dan bunga murah. "Perbankan juga akan diminta tidak mempersulit birokrasi peminjamannya," tambah Iffah.
Pengelola Pasar Bela Beli Barteg, Zuharsono mengatakan siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk mengurangi ketergantungan pedagang terhadap renternir. Termasuk program pembentukan koperasi simpan pinjam dan kerja sama dengan perbankan yang akan segera diterapkan dalam waktu dekat ini.
Dia berharap dengan langkah ini, pedagang bisa bebas dari lilitan utang rentenir. Terlebih adanya koperasi dapat memberikan kemudahan pedagang untuk meminjam uang karena memiliki bunga rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.