TPR Baron Gunungkidul Terapkan Pembayaran Cashless 12 Mei
TPR Baron Gunungkidul mulai terapkan pembayaran cashless 12 Mei 2026 untuk tekan kebocoran retribusi wisata.
Foto ilustrasi. /Reuters-Srdjan Zivulovic
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul, Asnawi Mukti, mengaku prihatin dengan peredaran pil koplo yang kian marak di Bumi Handayani. Kondisi ini harus diantisipasi sehingga peredaran tidak semakin meluas.
“Banyak kasus yang ditemukan. Contoh terkini, dalam kurun waktu enam bulan ada 1.678 butir pil koplo yang disita untuk kemudian dimusnahkan,” kata Asnawi kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).
Menurut dia, dari kasus yang berhasil diungkap aparat kepolisian, peredaran obat-obatan keras ini berasal dari luar kemudian dijual ke wilayah Gunungkidul. “Ini harus dicegah. Apalagi dari sisi harga terhitung murah sehingga gampang diperjualbelikan,” katanya.
Asnawi menjelaskan meski harga relatif terjangkau, dari sisi dampak tidak kalah dengan narkotika jenis lainnya. “Bedanya pil koplo ini murah tapi dampaknya juga sangat berbahaya bagi kesehatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady. Menurut dia, peredaran pil koplo menyasar ke kalangan ekonomi menengah ke bawah karena harganya sangat murah. Selain itu, segmentasi pembeli juga sudah menjangkit ke anak-anak.
Sebagai gambaran, kata Fuady, di 2018 ada tujuh pelaku yang ditangkap usianya di bawah 18 tahun. Menurut dia, kondisi ini harus diwaspadai karena bisa merusak generasi muda. “Kami terus berupaya mencegah peredaran. Jika ada yang menyalahgunakan narkoba apapun itu bentuknya kami proses seusai dengan hukum yang berlaku,” katanya beberapa waktu lalu.
Kasatresnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo, mengatakan adanya peningkatan kasus narkoba di kalangan anak-anak disebabkan karena beberapa faktor. Selain tingkat pergaulan yang semakin bebas, juga dikarenakan peredaran obat-obat terlarang dengan harga murah sehingga anak-anak dapat dengan mudah mendapatkannya. “Paling banyak yang ditangkap karena pil sapi dan harganya sangat murah,” kata Tri Wibowo.
Mantan Kapolsek Ngawen ini menambahkan, untuk mencegah peredaran narkoba khususnya di kalangan anak-anak dan remaja tidak hanya menjadi tugas dari aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi dari orang tua. Salah satunya dengan terus mengawasi perkembangan anak sehingga tidak salah pergaulan. “Bimbingan dan perhatian dari orang tua dibutuhkan agar anak-anak tidak salah jalan. Apalagi di tengah-tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul mulai terapkan pembayaran cashless 12 Mei 2026 untuk tekan kebocoran retribusi wisata.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.