Teror Tembakan Pos Polisi Kulonprogo, Polda DIY Bakal Libatkan Densus 88

Polisi menunjukkan peluru yang ditemukan di lokasi penembakan Pos Polisi Siluwok, Jalan Jogja Purworejo, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Kamis (4/7/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
04 Juli 2019 20:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan, pihak Polda DIY turun tangan menangani penembakan Pos Polisi Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih pada Kamis (4/7/2019).

"Kami (Polda DIY) seharian dari tadi pagi oleh TKP. Analisa lagi. Satu peristiwa ini pake senjata apa. Kesimpulan kami, pengerusakan itu menggunakan air gun, tapi tidak menggunakan peluru aslinya, tapi menggunakan gotri," tuturnya kepada wartawan di Mapolsek Pengasih, Kamis.

Ia mengatakan, meskipun dampak dari penembakan itu hanya sedikit saja kaca pos polisi yang pecah, namun tetap mengganggu ketertiban dan menyebarkan teror pada masyarakat. "Kami intensifkan mencari. Dalam mengungkap pelaku, ada saksi ada alat yang kita pakai lalu kita padukan. Ada juga CCTV," ujarnya. Polda DIY akan melibatkan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) untuk mengetahui dampak dari tembakan tersebut, apakah mematikan atau tidak.

Kejadian penembakan di Pos Polisi Siluwok selang waktu kejadian tidak terlalu jauh dengan pelemparan bom molotov yang terjadi di Magelang. Pada malam hari, Rabu (3/7) sekitar pukul 22.15 WIB bom molotov diarahkan ke Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang di Jalan Diponegoro Nomor 55 dan Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota di Jalan Ikhlas.

"Kami akan kerja sama dengan Polda Jateng dan Densus 88 atas kejadian ini. Tapi untuk kejadian di Magelang yang lebih kompeten menjelaskan jajaran Polres Magelang," ujar Hadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian penembakan di Pos Polisi Siluwok tersebut terjadi pada pukul 04.00 WIB. Salah satu saksi yang juga sebagai tukang ojek Marsono mengatakan, saat kejadian ia berada di lokasi untuk menunggu penumpang dan mendengar ada suara tembakan. "Saya berdiri di depan pos polisi, nyari penumpang, tiba-tiba terdengar suara plak gitu," tuturnya pada Kamis.

Ia sempat melihat pelaku. Setelah menembak, pelaku langsung mengendarai sepeda motornya. Pelaku dua orang berboncengan itu lari ke arah Barat atau ke arah Purworejo.

Sebelumnya, Marsono mengaku melihat pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor itu ke arah Timur atau Jogja, namun, di Jembatan Siluwok, pelaku balik arah menuju Barat dan tiba-tiba Marsono mendengar suara tembakan. "Orangnya tidak begitu hafal. Tapi kecil. Tidak lihat bawa senjata," ujar Marsono.