Sukseskan Program KKBPK, Wali Kota Jogja dan Ketua TP PKK Raih Penghargaan

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dan Ketua Tim Pengerak PKK Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun. - Ist.
07 Juli 2019 20:37 WIB MediaDigital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mendapatkan anugerah tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan Bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)2019 dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, atas keberhasilannya dalam mendorong pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana di Kota Jogja.

Satya Lencana Pembangunan Bidang KKBPK merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Presiden RI kepada kepala daerah yang berhasil dalam mendorong pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia,  Puan Maharani mengatakan jika pemberiaan penghargaan tersebut lantaran Walikota Yogyakarta dinilai berhasil mensukseskan program kependudukkan keluarga berencana melalui dukungan anggaran, pemenuhan sarana dan prasarana serta capaian jumlah peserta KB aktif dan baru.

"Wali Kota Jogja berhasil membangun kualitas hidup masyarakat dengan mensukseskan program kependudukan dan KB melalui pencanangan kampung KB, peningkatan alokasi APBD, dukungan sarana dan prasarana, pemberdayaan UPPKS dengan program gandeng gendong," katanya dalam puncak acara Harganas ke-XXVI di Kota Banjarmasin, Sabtu (6/6/2019).

Ia menjelaskan jika penghargaan tersebut diberikan demi meningkatkan dukungan dan komitmen agar keberhasilan program KKBPK semakin meningkat.

"Ada banyak kriteria yang dinilai, di antaranya adalah kebijakan dari aspek kelembagaan, dan aspek dukungan anggarannya dari pemerintah, kesiapan di dalam penyediaan tenaga lapangan, kemudian penggerakannya di lapangan," katanya.

Ia mengatakan, aspek dukungan juga meliputi tersedianya desain besar pembangunan kuantitas penduduk yang memuat aspek kualitas, kuantitas, mobilitas, dan administrasi pembangunan keluarga.

"Termasuk juga dukungan wali kota terkait dengan pembentukan Kampung KB, dan jumlah mitra kerja yang terlibat dalam Kampung KB," katanya.

Dijumpai usai menerima penganugerahan, Haryadi Suyuti menyampaikan apresiasinya atas peran berbagai pihak dalam membantu mewujudkan suksesnya upaya Pemerintah Kota Jogja di bidang pengendalian kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Kota Jogja.

"Alhamdulillah kami bersyukur dianugerahi Tanda Kehormatan Satya lencana Pembangunan ini. Selain hasil kerja keras jajaran Pemerintah Kota Jogja, tentunya ini juga berkat dukungan luas masyarakat," katanya.

Menurutnya tanpa kebersamaan dan partsipasi masyarakat,  tentu upaya Pemkot Jogja membangun sektor ini  tidak maksimal.

“Semua harus saling bersinergi dan berperan aktif sesuai bidang dan profesi masing-masing untuk turut membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat” tegasnya.

Penghargaan tersebut, lanjutnya, juga akan mendorong seluruh jajaran intansi terkait agar secara totalitas membina masyarakat dalam membentuk keluarga yang berkualitas.

“Hal ini untuk mendukung program peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Jogja” ungkap Walikota.

Joko Widodo juga menganugrahi Ketua Tim Pengerak PKK Kota Jogja, Tri Kirana Muslidatun, berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya.

Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Presiden RI kepada sosok yang dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program KKBPK serta komitmennya dalam menggerakan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Keberhasilan tersebut ditandai dimana masyarakat lebih cerdas untuk mengikuti program KB dan masyarakat sudah memahami bahwa KB bukanlah untuk menghambat atau membatasi kelahiran tapi untuk mengatur jumlah kelahiran.

Istri Wali Kota Jogja ini mengatakan jika keberhasilannya tersebut tidak lepas dari peran serta semua pihak dan komitmen bersama dalam membangun Kota Jogja.

"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak yang terlibat dan semoga bisa semakin memotivasi jajaran PKK, KB dan Kependudukan serta instansi terkait untuk meningkatkan kinerja dan kerja sama," ujarnya.

Menurut Tri Kirana masalah kependudukan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan, utamanya dalam mengantisipasi ledakan penduduk yang bisa saja terjadi apabila tak ada sosialisasi program KB dengan dua anak cukup maupun program pengendalian peningkatan jumlah penduduk setiap waktunya.

"Sesuai dengan program BKKBN bahwa setiap daerah harus bisa memiliki komitmen untuk mengatasinya. Maka sudah kewajiban kami membantu pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program KB ini," urainya.

PKK Kota Jogja, katanya, mempunyai kegiatan yang fokus pada masalah kependudukan, seperti bakti sosial gerak PKK, sosialisasi KB dua anak cukup ke semua kecamatan se-Kota Jogja, pelayanan terpadu bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Kegiatan tersebut terencana secara berkelanjutan.

"Sasaran yang kita dekati tentu saja adalah ibu-ibu, karena kami bisa memberikan penjelasan bahwa yang paling penting bukan pada kuantitas jumlah keluarga yang diperbanyak, akan tetapi lebih bagaimana meningkatkan kualitas keluarga yang dibangun. Jangan sampai banyak anak, tapi pendidikannya sampai SD atau SMP saja. Dua anak cukup, tapi sekolahnya tinggi dan bekerja sesuai yang diimpikan keluarga, itu yang namanya keluarga berkualitas," tegasnya.