Bantul Segera Luncurkan Panggilan Darurat 112

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
07 Juli 2019 07:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tengah menyiapkan sarana dan prasarana layanan panggilan darurat atau call center 112 untuk memudahkan masyarakat melapor ketika terjadi peristiwa kegawatdaruratan.

Kepala Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati mengatakan sejauh ini layanan darurat masih tersebar di instansi masing-masing dengan nomor telepon yang bisa dihubungi cukup panjang sehingga sulit dihapal. Padahal masyarakat membutuhkan pertolongan segera.

Karena itu perlu ada nomor telepon yang terpusat dan mudah dihapal masyarakat. “Jadi nanti kalau ada kebakaran, bencana banjir, kecelakaan, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga bisa melapor dengan memencet 112. Kecelakaan laut juga bisa karena itu terkait juga dengan keamanan dan kenyamanan wisatawan,” kata Fenty di kantor Diskominfo, Jumat (5/6/2019).

Layanan telepon darurat tersebut juga nantinya tidak berbayar karena akan ditanggung oleh pemerintah. Saat ini Diskominfo Bantul tingga menyiapkan anggarannya yang kemungkinan baru bisa direalisasikan pada awal tahun depan. Fenty mengaku belum tahu berapa kebutuhan anggaran untuk membuat layanan panggilan darurat 112 tersebut.

Selain menyiapkan anggaran pihaknya juga tengah menyiapkan sarana, jaringan, dan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi yang menangani kegawatdaruratan, di antaranya kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan PMI.

Lebih lanjut Fenty menambahkan layanan panggilan darurat tersebut juga akan terintegrasi secara nasional, karena semua kabupaten dan kota harus mulai menerapkannya maksimal pada 2022 mendatang. “Bantul paling cepat bisa menerapkan 2020,” ujar Fenty.